Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus memperkuat kapasitas pertahanan melalui perluasan kerja sama strategis dengan berbagai negara mitra. Kini, Indonesia dan Qatar menjalin kerja sama di bidang militer dan industri pertahanan sebagai langkah mempererat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan kedua negara.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Statement of Intent tentang kerja sama pertahanan antara Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Pertahanan sekaligus Deputi Perdana Menteri Qatar, Sheikh Saoud bin Abdurrahman bin Hassan bin Ali Al Thani, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa penandatanganan tersebut merupakan kelanjutan dari Letter of Intent yang telah disepakati kedua negara pada tahun 2021.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Terima Kunjungan Menhan Qatar
Selain dokumen kerja sama pertahanan, Indonesia dan Qatar juga menandatangani nota kesepahaman terkait pengembangan industri pertahanan yang diharapkan membuka peluang kolaborasi lebih luas di masa depan.
"Sebagai tindak lanjut dari Letter of Intent yang sudah ditandatangani pada Waktu tahun 2021 yang lalu," ujar Rico di kantor Kemenhan.
Melalui kerja sama ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkesempatan meningkatkan kemampuan personel melalui berbagai program strategis bersama militer Qatar.
Sejumlah agenda yang berpotensi dijalankan antara lain latihan tempur bersama, pertukaran personel militer, kerja sama pendidikan dan pelatihan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertahanan.
Kerja sama tersebut dinilai dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan profesionalisme dan kualitas prajurit Indonesia, baik dari sisi kemampuan teknis maupun penguasaan materi kemiliteran.
Baca Juga: Fadli Zon Kenang Eks Menhan Ryamizard: Tegas dan Bicara Apa Adanya
Selain berdampak pada sektor pertahanan, kolaborasi ini juga diharapkan semakin mempererat hubungan diplomatik dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Qatar.
Menurut Rico, kerja sama yang lebih terstruktur akan memudahkan kedua negara dalam mengimplementasikan berbagai program pertahanan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
"Langkah konkret untuk memperkuat hubungan pertahanan kedua negara agar semakin terstruktur, saling menguntungkan, dan dapat diimplementasikan dalam program-program kerja sama yang lebih nyata," terangnya.
Terkait kerja sama di sektor industri pertahanan, Kementerian Pertahanan menyebut pembahasan masih berada pada tahap awal sehingga bentuk kolaborasi yang akan dijalankan belum ditentukan secara spesifik.
Pemerintah belum dapat memastikan apakah kerja sama tersebut akan mencakup pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista), transfer teknologi, investasi industri pertahanan, maupun kerja sama produksi peralatan militer.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait (NTVNews.id/Adiansyah)