Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan siswa yang terdampak kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, tetap dapat mengikuti proses evaluasi pembelajaran melalui mekanisme ujian susulan.
Kebijakan ini diberikan untuk membantu para pelajar yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran, mulai dari buku pelajaran, seragam, hingga dokumen pendidikan lainnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan bahwa sejumlah siswa korban kebakaran tidak dapat mengikuti ujian sesuai jadwal karena seluruh kebutuhan sekolah mereka hangus dilalap api.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana lantas menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian susulan merupakan bagian dari sistem evaluasi pendidikan yang telah berlaku di seluruh sekolah.
Baca Juga: Rano Karno Tinjau Korban Kebakaran Kemayoran, Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi
Menurutnya, saat ini siswa sedang memasuki masa evaluasi akhir semester. Karena itu, sekolah memiliki mekanisme khusus untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik yang berhalangan mengikuti ujian utama.
"Jadi, nanti kita akan mengadakan ujian susulan bagi anak-anak. Kalau tidak ada musibah pun, misalkan ada yang sakit, ada yang berhalangan, jadi dalam skema ujian itu ada ujian utama, ada ujian susulan, gitu. Jadi memang diberikan untuk ujian susulan, gitu," ujar Nahdiana dalam keterangannya, Selasa, 2 Juni 2026.
Nahdiana menegaskan bahwa kebijakan ujian susulan bukan hanya diberikan kepada korban kebakaran, tetapi juga berlaku bagi siswa yang sakit atau mengalami kendala lain saat jadwal ujian berlangsung.
Dengan demikian, para pelajar yang terdampak kebakaran di Kemayoran tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan mengikuti proses evaluasi akademik.
"Jadi ya memang ada ujian susulan. Kalaupun misalkan katakan enggak ada musibah kebakaran, emang yang anak-anak kan bisa ada yang sakit, dan kita akan berikan waktu untuk ujian susulan kita," jelasnya.
Baca Juga: Rano Karno: 95 Persen Kebakaran di Jakarta Dipicu Korsleting Listrik
Disdik DKI Jakarta juga menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian akhir semester tidak dilakukan secara serentak di seluruh sekolah.
Pemerintah hanya menetapkan kalender akademik sebagai acuan waktu pelaksanaan evaluasi, sedangkan teknis dan jadwal pelaksanaan diserahkan kepada masing-masing sekolah. Karena itu, sekolah memiliki fleksibilitas untuk mengatur jadwal ujian susulan bagi siswa yang terdampak kebakaran maupun siswa yang berhalangan hadir saat ujian utama.
Selain memastikan keberlangsungan pendidikan para siswa, Disdik DKI Jakarta juga telah melakukan pendataan terhadap warga dan pelajar yang terdampak kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran.
Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan pendidikan siswa korban kebakaran dapat segera ditangani, termasuk pelaksanaan ujian susulan dan bantuan lainnya yang diperlukan selama masa pemulihan.
"Betul, itu sudah dilakukan," pungkasnya.
Rano Karno di lokasi kebakaran Kemayoran (Pemprov DKI)