AHY Bertemu Dubes dan Diaspora Indonesia di Rusia, Ajak Kolaborasi untuk Pembangunan Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jun 2026, 17:30
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
AHY Bertemu Dubes dan Diaspora Indonesia di Rusia AHY Bertemu Dubes dan Diaspora Indonesia di Rusia (Kemenkoinfra)

Ntvnews.id, Moskow - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak diaspora Indonesia di Rusia untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembangunan nasional.

Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui transfer pengetahuan, penguatan jejaring profesional, investasi, perdagangan, hingga pengembangan teknologi dan inovasi.

Ajakan tersebut disampaikan AHY saat bertemu Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, jajaran KBRI Moskow, serta perwakilan diaspora Indonesia di Rusia pada Minggu, 31 Mei 2026 waktu setempat.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Konsultasi Bilateral II atas undangan Ketua Dewan Maritim Rusia Nikolai P. Patrushev sebagai tindak lanjut Konsultasi Bilateral I pada November 2025 yang menghasilkan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) di bidang Infrastruktur dan Konektivitas Maritim.

Kegiatan ini juga menjadi bagian tindak lanjut dari Deklarasi Kemitraan Strategis yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di St. Petersburg, 19 Juni 2025, yang mencakup 18 sektor kerja sama strategis di antaranya maritim, transportasi dan infrastruktur, energi, serta penanggulangan bencana yang sebagian besar bersinggungan langsung dengan mandat Kemenko Infra.

Dalam pertemuan tersebut, AHY menyampaikan apresiasi kepada KBRI Moskow yang telah mendukung dan memfasilitasi berbagai agenda kerja sama Indonesia dan Rusia.

AHY Bertemu Dubes dan Diaspora Indonesia di Rusia <b>(Kemenkoinfra)</b> AHY Bertemu Dubes dan Diaspora Indonesia di Rusia (Kemenkoinfra)

"Setiap diplomasi internasional membutuhkan koordinasi yang tidak sederhana. Kami sungguh menghargai dedikasi KBRI Moskow dalam menjaga dan memperkuat hubungan baik Indonesia dan Federasi Rusia," ujarnya.

Di hadapan para diaspora, AHY memaparkan sejumlah program strategis nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya untuk menopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Program-program tersebut meliputi pembangunan Giant Sea Wall Pantai Utara Jawa dengan estimasi investasi USD 80 miliar yang membentang dari Banten hingga Gresik; percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana; Gerakan Indonesia ASRI untuk penataan kawasan kumuh dan permukiman nelayan; Program Pembangunan 3 Juta Rumah; pengembangan jaringan perkeretaapian lintas pulau dan transportasi massal berbasis Transit Oriented Development (TOD); penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (Zero ODOL) yang akan efektif penuh pada 2027; penguatan bendungan dan ketahanan air; serta dukungan pengembangan Ibu Kota Nusantara.

AHY juga menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air, memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan pemerataan pembangunan kewilayahan, serta memperkuat ketahanan lingkungan.

Dalam konteks tersebut, AHY menilai diaspora Indonesia di Rusia memiliki posisi yang sangat strategis sebagai mitra pembangunan nasional.

AHY Bertemu Dubes dan Diaspora Indonesia di Rusia <b>(Kemenkoinfra)</b> AHY Bertemu Dubes dan Diaspora Indonesia di Rusia (Kemenkoinfra)

"Diaspora Indonesia bukan hanya representasi bangsa di luar negeri, melainkan juga mitra strategis pembangunan nasional. Kami melihat banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, mulai dari transfer pengetahuan, pengembangan jejaring bisnis, promosi investasi, hingga penguatan diplomasi teknologi dan inovasi," katanya.

Menurut AHY, diaspora Indonesia di Rusia juga dapat berperan sebagai penghubung berbagai peluang kerja sama konkret di bidang perdagangan, pendidikan, riset, energi, kemaritiman, logistik, dan infrastruktur.

Pemerintah Indonesia, lanjut AHY, saat ini juga terus mendorong peningkatan ekspor berbagai komoditas unggulan ke pasar Rusia, seperti produk perikanan, kopi, rempah-rempah, dan produk maritim. Karena itu, diaspora diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat jaringan distribusi, pemasaran, dan pengembangan akses pasar bagi produk Indonesia.

"Kami berharap diaspora dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperluas jejaring perdagangan Indonesia di Rusia, sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara kedua negara," ujarnya.

Selain itu, AHY juga mendorong penguatan pemetaan dan konsolidasi diaspora Indonesia di Rusia secara lebih terstruktur berdasarkan bidang keahlian dan potensi kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Menutup pertemuan, AHY menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan diaspora harus terus diperkuat sebagai kemitraan jangka panjang yang saling mendukung.

"Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga wujud ikatan yang kuat antara tanah air dan putra-putri bangsa yang tengah berkarya di luar negeri. Mari terus menjaga koneksi, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama berkontribusi untuk Indonesia yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing global," pungkasnya.

x|close