Ntvnews.id, Jakarta - TNI mengungkap jarak antara lokasi latihan tembak dengan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, terkait insiden peluru nyasar yang menyebabkan dua orang terluka. Kodam I/Bukit Barisan melalui jajaran Kodam XX Tuanku Imam Bonjol menyebut lokasi latihan berada cukup jauh dari area kampus, sehingga asal peluru yang mengenai korban masih dalam proses penyelidikan.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa (2/6) sore di lingkungan Kampus UNP. Dua korban yang terkena peluru nyasar merupakan seorang mahasiswa dan anggota keluarga mahasiswa yang saat itu tengah berada di kampus untuk merayakan kelulusan sidang.
Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyebut kedua korban mengalami luka akibat terkena proyektil yang diduga berasal dari luar area kampus.
Menanggapi kejadian itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Taufiq, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan asal peluru yang mengenai korban.
Baca Juga: Detik-detik 2 Mahasiswa UNP Tertembak, Diduga Peluru Nyasar dari Lokasi Latihan TNI
"Memang benar ada insiden, di mana ada dua saudara kita yang terkena peluru nyasar. Namun belum bisa dipastikan apakah itu berasal dari peluru anggota kita yang sedang latihan," katanya.
Menurut Taufiq, pada waktu yang bersamaan memang sedang berlangsung latihan menembak yang dilakukan oleh salah satu batalyon TNI di kawasan Lapai. Namun, lokasi latihan tersebut berada pada jarak yang cukup jauh dari Kampus UNP.
Ia menjelaskan bahwa latihan dilaksanakan di Lapangan Tembak Lapai dengan jarak sekitar 800 meter dari lokasi kejadian di kampus.
"Bukan di (Batalyon) seberang. Latihan di Lapangan tembak Lapai. Makanya kan jaraknya memang sangat jauh. Dan kita menggunakan senjata laras panjang (saat latihan). Kalaupun memang kejadian seperti itu, atau peluru (nyasar) kita juga perlu melakukan penyelidikan, karena posisinya yang jauh," katanya.
Karena itu, TNI belum dapat menyimpulkan apakah proyektil yang mengenai korban berasal dari kegiatan latihan tersebut. Proses penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan sumber peluru dan kronologi lengkap kejadian.
Baca Juga: Mahasiswi UNP Tertembak Peluru Nyasar di Depan Kampus, Timah Panas Masih Bersarang di Paha
Sementara itu, kedua korban telah mendapatkan penanganan medis. Awalnya mereka dibawa ke Rumah Sakit Hermina Padang sebelum kemudian dirujuk untuk penanganan lebih lanjut.
Meski asal peluru masih belum dipastikan, Kodam XX Tuanku Imam Bonjol menyatakan tetap memberikan bantuan kepada para korban, termasuk terkait penanganan medis yang diperlukan.
"Kedua korban kita bawa (rujuk) ke RST Reksodiwiryo untuk mengeluarkan proyektil," jelas Taufiq.
Pihak TNI juga menegaskan akan terus menyampaikan perkembangan penanganan kasus tersebut kepada masyarakat setelah proses penanganan korban dan penyelidikan berjalan.
"Fokus kita saat ini menangani korban. Penanganannya akan kita sampaikan nantinya," katanya menambahkan.
Mahasiswa UNP Tertembak Peluru Nyasar (Instagram)