Pemakaman Ali Khamenei Digelar Tiga Hari, Iran Perkirakan Jadi Perhimpunan Syiah Terbesar Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jun 2026, 13:33
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Seorang warga memberikan penghormatan bunga mawar saat unjuk rasa untuk berkabung untuk pemimpin tertinggi Iran yang telah meninggal, Ali Khamenei, dan menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi yang sedang menjabat, Mojtaba Khamenei, di Teheran, Iran, Kamis (7/5/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. Seorang warga memberikan penghormatan bunga mawar saat unjuk rasa untuk berkabung untuk pemimpin tertinggi Iran yang telah meninggal, Ali Khamenei, dan menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi yang sedang menjabat, Mojtaba Khamenei, di Teheran, Iran, Kamis (7/5/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Pemerintah Iran menyiapkan rangkaian prosesi pemakaman berskala besar untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang wafat dalam serangan pada akhir Februari lalu. Upacara penghormatan terakhir akan berlangsung di tiga kota utama, yakni Teheran, Qom, dan Mashhad, serta diperkirakan menarik jutaan pelayat dari dalam maupun luar negeri.

Wakil Wali Kota Teheran Bidang Sosial dan Kebudayaan Mohammad-Amin Tavakolizadeh menyampaikan bahwa jenazah Ali Khamenei akan dimakamkan di kompleks yang berada di dekat Makam Imam Reza di Kota Mashhad. Lokasi tersebut dipilih sebagai tempat peristirahatan terakhir pemimpin tertinggi Iran yang telah memimpin negara itu selama beberapa dekade.

Menurut Tavakolizadeh, rangkaian pemakaman dijadwalkan berlangsung pada penghujung Zulhijjah 1447 Hijriah hingga awal Muharram 1448 Hijriah atau sekitar pertengahan Juni. Pemerintah Iran menyiapkan prosesi selama tiga hari penuh, sementara kegiatan penghormatan di Teheran akan berlangsung sedikitnya 24 jam tanpa henti.

Kota Mashhad diperkirakan menjadi pusat kedatangan pelayat dari berbagai negara, terutama yang memiliki populasi Muslim dan Syiah besar seperti Pakistan, Afghanistan, India, dan Bangladesh. Kehadiran jutaan peziarah diperkirakan akan menjadikan acara tersebut sebagai salah satu prosesi keagamaan terbesar dalam sejarah modern Iran.

Baca Juga: Lebih dari 7 Pekan Wafat, Iran Belum Makamkan Ayatollah Ali Khamenei, Kenapa?

Tavakolizadeh bahkan menyebut pemakaman Ali Khamenei berpotensi menjadi pertemuan umat Islam dan komunitas Syiah terbesar di dunia. Ia menilai suasana duka tidak hanya akan dirasakan di Iran, tetapi juga meluas ke berbagai negara lain di kawasan.

Pejabat Teheran itu juga menyoroti respons sejumlah negara terhadap wafatnya Khamenei. Setelah Irak menetapkan masa berkabung nasional dan menggelar upacara penghormatan simbolis di sejumlah kota, ia meyakini negara-negara seperti Pakistan, Afghanistan, dan Yaman juga akan menunjukkan solidaritas serupa.

Ali Khamenei dilaporkan gugur pada 28 Februari setelah kediaman sekaligus kantor kerjanya di Teheran menjadi sasaran serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Peristiwa tersebut memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Iran Persiapkan Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei Setelah Berbulan-bulan Tertunda

Sebagai respons, Iran melancarkan serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak ke berbagai target yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat dan Israel. Konflik yang berkembang kemudian turut berdampak pada jalur perdagangan global.

Di awal perang, Iran juga menerapkan blokade terhadap Selat Hormuz sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional. Hingga kini, pemerintah Iran tetap mempertahankan kewenangannya atas lalu lintas pelayaran di perairan strategis tersebut dengan menerapkan sistem regulasi khusus bagi kapal-kapal dagang yang melintas.

(Sumber: Antara)

x|close