DPR Ngaku Tak Tahu Ada Pengadaan Motor Listrik dll di BGN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jun 2026, 14:40
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana digiring oleh petugas menuju mobil tahanan di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana digiring oleh petugas menuju mobil tahanan di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menanggapi kasus dugaan korupsi yang menjerat eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Dadan Hindayana, Sonny Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. Menurut Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago, pihaknya tak mengetahui adanya pengadaan motor listrik, tablet, maupun sejumlah barang lainnya, yang kini tengah disidik Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Untuk program pengadaan motor listrik, tablet, TV, sepatu, dan lain-lain, kami di Komisi IX sama sekali tidak tahu-menahu," ujar Irma, Jumat, 5 Juni 2026.

Menurut dia, BGN tak pernah berkonsultasi dengan Komisi IX terkait pengadaan motor listrik, tablet atau barang lainnya. Irma mengaku baru mengetahui informasi itu usai ramai diberitakan media.

"Tidak. Jika dikonsultasikan atau diajukan dalam RKA, pasti kami tolak. Terus terang, kami di Komisi IX juga bingung ada program motor listrik, sepatu, kaus kaki, tablet, dan TV sebagaimana diberitakan media," tuturnya.

Irma mengungkapkan, pihaknya sempat berencana memanggil BGN dalam rapat dengar pendapat (RDP) untuk meminta penjelasan terkait pengadaan-pengadaan itu. Tapi, rencana itu belum terlaksana karena adanya pencopotan tiga pimpinan BGN, dilanjut proses hukum.

"Belum sempat kami undang RDP untuk menanyakan hal tersebut," ucapnya.

Soal proses hukum, Irma menyerahkan sepenuhnya kepada Kejaksaan dan pemerintah.

"Untuk proses hukum kami serahkan kepada Kejagung dan pemerintah. Dalam waktu dekat akan ada pembahasan RKA 2027, dan di sana kami sekaligus akan berkenalan dengan pimpinan BGN yang baru," jelas dia.

Lebih lanjut ia berharap, pimpinan BGN yang baru melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sumber daya manusia (SDM) maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar program prioritas pemerintah dapat berjalan optimal.

x|close