Ntvnews.id
"Hingga pukul 10.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,9-6,7, dan dua gempa dirasakan," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam pembaruan informasi gempa M7,7 yang diterima di Manado, Senin, 8 Juni 2026.
Baca Juga: VIDEO: Filipina Diguncang Gempa Lagi, Kali Ini M 6,1
Gempa utama yang terjadi pada pukul 06.37.42 WIB tersebut dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur dengan tingkat intensitas yang bervariasi. Di Miangas dan Melonguane, getaran mencapai intensitas VI MMI, yang menyebabkan getaran dirasakan seluruh penduduk dan berpotensi menimbulkan kerusakan ringan seperti plester dinding yang jatuh.
Sementara itu, wilayah Siau dan Tagulandang mengalami intensitas V MMI, di mana hampir seluruh warga merasakan getaran dan sejumlah benda bergerak atau terpelanting.
Getaran juga dirasakan di Morotai, Halmahera Utara, dan Kota Manado dengan intensitas IV MMI, serta di Toli-Toli dan Kabupaten Gorontalo Utara pada kisaran III-IV MMI. Selain itu, sejumlah daerah lain seperti Ternate, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Gorontalo, Palu, Bitung, Minahasa, Parigi Moutong, Bolaang Mongondow Timur, dan Halmahera Tengah turut merasakan dampak gempa dengan intensitas III MMI.
Baca Juga: Tiga Orang Tewas akibat Gempa Kuat di Filipina
BMKG menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan terbaru di berbagai wilayah terdampak, tidak ditemukan lagi kenaikan muka air laut yang berpotensi membahayakan masyarakat. Oleh karena itu, peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan resmi diakhiri pada pukul 10.15.51 WIB. Meski demikian, BMKG tetap melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait.
Wijayanto juga mengimbau masyarakat agar hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tektonik tersebut memiliki magnitudo 7,7 dengan kedalaman 47 kilometer. Episentrum gempa berada pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT, atau sekitar 244 kilometer di barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
(Sumber: Antara)
Peta sebaran gempa susulan usai gempa utama M7,7 di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina. ANTARA/HO-BMKG (Antara)