Iran Tegaskan Siap Beri Respons Keras atas Agresi Israel Terhadap Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 15:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat di langit di atas kota Hebron, Tepi Barat, pada 7 Juni 2026. Sirene berbunyi di beberapa wilayah di Israel utara akibat serangan rudal tersebut, yang terjadi setelah serangan Israel terhadap ibu kota Lebanon, Beirut. ANTARA/Wisam Hashlamoun - Anadolu Agency / pria. Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat di langit di atas kota Hebron, Tepi Barat, pada 7 Juni 2026. Sirene berbunyi di beberapa wilayah di Israel utara akibat serangan rudal tersebut, yang terjadi setelah serangan Israel terhadap ibu kota Lebanon, Beirut. ANTARA/Wisam Hashlamoun - Anadolu Agency / pria. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Iran menegaskan komitmennya untuk memberikan respons tegas terhadap setiap tindakan yang dinilai sebagai provokasi maupun agresi yang dilakukan Israel terhadap Lebanon dan Republik Islam Iran.

Dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan bahwa setiap serangan atau tindakan yang mengancam kedaulatan dan keamanan Iran maupun Lebanon tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menegaskan setiap tindakan provokatif dan aksi agresif yang dilakukan rezim Zionis terhadap Lebanon maupun Republik Islam Iran akan dihadapi dengan respons yang tegas, menyeluruh, dan menghancurkan dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," demikian pernyataan Kedutaan Besar Iran di Jakarta diterima pada Senin, 8 Juni 2026.

Baca Juga: Israel Tutup Seluruh Akses Penyeberangan ke Gaza Usai Serangan Rudal Iran

Menurut keterangan tersebut, Angkatan Bersenjata Iran telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang disebut berada di wilayah utara Palestina pada Minggu, 7 Juni 2026 malam. Langkah itu diambil sebagai respons atas berbagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang diberlakukan pada 8 April 2026, serta berlanjutnya tindakan militer Israel yang menyasar Lebanon dan Iran.

Iran juga menilai bahwa serangan terhadap sejumlah kapal dan target di wilayah selatan negaranya dalam dua pekan terakhir merupakan bentuk perompakan maritim yang dilakukan dengan dukungan militer Amerika Serikat. Oleh karena itu, Teheran menganggap tindakan balasan tersebut sebagai bagian dari hak untuk mempertahankan diri.

"Angkatan Bersenjata Iran pada Minggu malam, 7 Juni 2026, dalam pelaksanaan hak inheren untuk membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB, telah menyerang sejumlah sasaran militer di wilayah utara Palestina yang dijajah," tambah pernyataan tersebut.

Baca Juga: Trump Tegaskan Netanyahu Harus Terima Kesepakatan Nuklir AS-Iran jika Tercapai

Lebih lanjut, Iran menegaskan akan terus menjaga keamanan dan kepentingan nasionalnya kapan pun diperlukan. Pemerintah Iran juga menilai bahwa kesepakatan gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April 2026.

Dalam pernyataan itu, Iran turut menuding Amerika Serikat memiliki tanggung jawab langsung atas berbagai pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel. Teheran menilai dukungan Washington terhadap Israel berkontribusi terhadap meningkatnya ketegangan dan potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

(Sumber: Antara)

 

x|close