BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Pascagempa Mindanao

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 18:19
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kepala BMKG Kota Tarakan, M. Sulam Khilmi menggunakan pengeras suara mobil polisi menyampaikan informasi peringatan dini tsunami di Kawasan Pantai Amal, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara resmi berakhir, Senin siang (8/6/2026). ANTARA/HO-ISTIMEWA Kepala BMKG Kota Tarakan, M. Sulam Khilmi menggunakan pengeras suara mobil polisi menyampaikan informasi peringatan dini tsunami di Kawasan Pantai Amal, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara resmi berakhir, Senin siang (8/6/2026). ANTARA/HO-ISTIMEWA (Antara)

Ntvnews.id, Tarakan, Kaltara - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan, Kalimantan Utara, resmi mengakhiri peringatan dini tsunami yang sempat diberlakukan akibat gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang terjadi di Mindanao, Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026 pagi.

Kepala BMKG Kota Tarakan M. Sulam Khilmi menyampaikan bahwa status peringatan dini tsunami telah dicabut pada Senin, 8 Juni 2026 siang pukul 11.15 WITA.

“Pernyataan dini tsunami yang disampaikan tadi pagi pada pukul 11.15 WITA secara resmi telah diakhiri,” ujar Sulam Khilmi pada Senin, 8 Juni 2026 siang.

Dengan dicabutnya peringatan tersebut, masyarakat di wilayah terdampak dipersilakan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa kekhawatiran berlebih.

Sebelumnya, BMKG telah menyampaikan adanya potensi kenaikan muka air laut atau tsunami kecil di sejumlah wilayah Kalimantan Utara, termasuk Kota Tarakan, dengan estimasi ketinggian antara 0 hingga 0,5 meter atau maksimal sekitar 50 sentimeter.

Dalam pemantauan langsung di lapangan, BMKG bersama unsur BPBD, Basarnas, dan kepolisian melakukan pengawasan di kawasan Pantai Amal sejak pagi hari untuk memantau kondisi gelombang laut.

“Kami dengan teman-teman dari BPBD, Basarnas, dan pihak kepolisian, sudah siaga di Pantai Amal dari pagi tadi pukul 9 memantau kondisi gelombang pantai dan kami memantau ketinggian gelombang tadi hanya 30 centimeter,” ungkapnya.

Baca Juga: BMKG Catat 20 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 di Filipina

Sulam juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang menyebut adanya gelombang besar di wilayah pesisir Kalimantan Utara, karena berdasarkan hasil pengamatan, kondisi di lapangan relatif aman.

Ia menjelaskan bahwa jarak Kalimantan Utara dari pusat gempa cukup jauh, yakni sekitar 200 kilometer, sehingga dampak yang terjadi sangat terbatas.

Meski demikian, ia mengakui adanya kenaikan gelombang kecil di beberapa wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, namun masih dalam kategori sangat rendah.

“Gelombang tsunami ada beberapa tingkatan dan di Kaltara itu tingkatan yang paling rendah di bawah satu meter, tepatnya hanya 30 sentimeter yang terjadi di Pantai Amal,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik, karena kondisi telah kembali normal.

“Jadi kepada semua masyarakat mohon tidak panik dan tidak ketakutan, karena masa krisisnya sudah lewat ya. Ketinggian gelombang yang terpantau hanya 30 centimeter,” katanya.

Baca Juga: BMKG Catat Tsunami Tertinggi 75 Sentimeter di Talengen Pascagempa M7,7 Mindanao

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Tarakan Basarnas Tarakan Syahril menyampaikan bahwa pihaknya telah menghentikan operasi siaga di lapangan setelah peringatan dicabut, namun tetap bersiap jika terjadi perkembangan informasi terbaru.

“Kami mengakhiri tugas di lapangan dan kembali ke kantor. Tetapi kami juga terus memantau perkembangan dari BMKG apabila ada informasi perkembangan terbaru berkaitan dengan gempa atau peringatan tsunami, kami akan kembali melaksanakan tugas ke lapangan,” ujarnya.

Dengan kondisi yang sudah kembali aman, aktivitas masyarakat di pesisir Tarakan dan sekitarnya kini berangsur normal kembali.

(Sumber: Antara)

 

x|close