Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam 18 bulan masa kepemimpinannya telah menghadirkan berbagai macam solusi atas problem yang dihadapi oleh masyarakat.
Hal itu dituangkan dalam buku berjudul "Presiden Solusi" yang merangkum 108 problem dan solusi, seperti persoalan kelangkaan LPG hingga pupuk.
Buku tersebut mengulas pendekatan problem solving Presiden Prabowo dalam menjawab berbagai persoalan bangsa di bidang pangan, energi, pendidikan, pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Buku ini ditulis langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari, Asisten Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dan Asisten Khusus Presiden RI Bidang Analisis Data Strategis Agung Gumilar Saputra.
“Menuju Bapak Transformasi Bangsa itu, rekam jejaknya, titik-titiknya itu kita catat di buku Presiden Solusi ini. Jadi solusi-solusi ini ada 108, nanti terus akan bertambah. Karena ini kan baru sekitar 1,5 tahun (masa jabatan Presiden Prabowo), kita sangat yakin bahwa ini akan terus bertambah,” kata Qodari dalam acara peluncuran buku Presiden Solusi di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Baca Juga: Istana Jelaskan Nasib Dewan Kesejahteraan Buruh Usai Said Iqbal Diangkat Jadi Penasihat Presiden
Menurut Qodari, berbagai solusi yang telah dihadirkan Presiden Prabowo merupakan bagian dari proses transformasi bangsa yang diharapkan dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Akumulasi dari Presiden Solusi itu, akumulasi dari PS, ujungnya adalah SP, Satrio Piningit yang akan membuat kondisi Indonesia menjadi lebih baik,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dirgayuza menceritakan salah satu latar belakang penyusunan buku Presiden Solusi yang diawali dengan upaya memetakan berbagai kebijakan dan langkah penyelesaian masalah yang telah dilakukan Presiden Prabowo sejak awal masa pemerintahan.
“Jadi kami mencoba memetakan dan ternyata ada 108 solusi yang sudah dihadirkan oleh Bapak Presiden,” kata Dirgayuza.
Ia menilai, salah satu karakter utama kepemimpinan Presiden Prabowo adalah dorongan untuk menghadirkan solusi secara cepat karena kebutuhan masyarakat tidak dapat ditunda.
“Bapak Presiden kita merasa semua harus di-deliver secepat-cepatnya. Karena rakyat enggak bisa menunggu, rakyat membutuhkan makan hari ini, rakyat membutuhkan pupuk hari ini, rakyat membutuhkan kemudahan hari ini juga. Sekolah-sekolah perlu di-deliver secepat mungkin,” ujarnya.
buku berjudul (Istimewa)
Menurut Dirgayuza, prinsip tersebut menjadi salah satu alasan mengapa dalam waktu relatif singkat berbagai kebijakan dan inovasi publik dapat segera direalisasikan. “Itu menjawab kenapa baru 18 bulan dan sudah begitu banyak solusi yang bisa dilakukan,” katanya.
Dirgayuza menambahkan, format buku dipilih karena banyaknya inovasi kebijakan publik yang telah dijalankan Presiden Prabowo. Di sisi lain, informasi yang beredar di media sosial dinilai belum mampu menggambarkan secara utuh berbagai program dan solusi yang telah dilaksanakan pemerintah.
“Saking banyaknya inovasi kebijakan publik yang dilakukan oleh Bapak Presiden, dan kapasitas media sosial yang semakin hari semakin sempit dari sisi apa yang bisa disampaikan, publik ini sepertinya lost track. Bahkan mungkin pejabat-pejabat di lingkungan kabinet pun lost track Bapak Presiden sudah melakukan apa saja,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa buku tersebut disusun dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat luas, tanpa membahas teori-teori kebijakan publik yang rumit.
“Jadi kami mencoba menyampaikan ini semudah mungkin di dalam buku ini, ini bukan buku kebijakan publik. Tidak ada teori-teori di sini. Langsung apa yang dipermasalahkan dan apa yang disolusikan oleh Presiden satu per satu, before-afternya, dan juga data-data statistiknya,” tuturnya.
buku berjudul (Istimewa)