BRIN: Tantangan Terbesar Indonesia adalah Menjembatani Hasil Riset dengan Kebutuhan Masyarakat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jun 2026, 08:05
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala BRIN Arif Satria dan Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa berfoto bersama para peserta kegiatan Goes to Campus di Makassar, Senin,(8/6/2026).ANTARA/HO-Unhas. Kepala BRIN Arif Satria dan Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa berfoto bersama para peserta kegiatan Goes to Campus di Makassar, Senin,(8/6/2026).ANTARA/HO-Unhas. (Antara)

Ntvnews.id, Makassar - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyoroti masih lebarnya kesenjangan antara hasil penelitian yang dihasilkan para peneliti dengan kebutuhan nyata para pengguna di lapangan. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Dalam kegiatan BRIN Goes to Campus di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Senin, Arif menjelaskan bahwa setiap tahun berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia menghasilkan ribuan karya riset. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan jumlah penelitian, melainkan memastikan hasil riset tersebut dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan.

Baca Juga: Kepala BRIN: Ekonomi Desa Jadi Fondasi Indonesia Menuju Kekuatan Ekonomi Dunia

Ia menilai banyak hasil penelitian yang masih belum memberikan dampak sosial dan ekonomi secara maksimal karena belum memasuki tahap implementasi maupun hilirisasi.

"Riset yang baik bukan hanya yang selesai dipublikasikan, tetapi yang mampu menyelesaikan persoalan nyata, menciptakan nilai tambah ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya pada kegiatan BRIN Goes to Campus di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Arif menegaskan bahwa pembangunan daerah ke depan tidak dapat lagi hanya mengandalkan pemanfaatan sumber daya alam. Menurutnya, penguatan kapasitas riset, inovasi, dan pengembangan teknologi harus menjadi fondasi penting untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing daerah.

Baca Juga: BRIN Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Kesehatan dan Pangan, Dorong Daya Saing Ekspor

Sebagai institusi yang berperan dalam pengembangan ekosistem riset nasional, BRIN terus mendorong peningkatan mutu penelitian, percepatan hilirisasi hasil riset, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan agar investasi dalam bidang penelitian dan pengembangan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional dan daerah.

Lebih lanjut, Arif menekankan bahwa penguatan ekosistem riset dan inovasi merupakan agenda strategis bagi Indonesia di masa mendatang. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, dan lembaga riset perlu terus diperkuat agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, melainkan berkembang menjadi solusi konkret yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

(Sumber: Antara)

x|close