Ntvnews.id, Beijing - Presiden China Xi Jinping menegaskan bahwa hubungan antara China dan Korea Utara memiliki ikatan historis yang kuat serta terus berkembang di tengah perubahan situasi global. Pernyataan tersebut disampaikan Xi saat menghadiri jamuan makan malam yang digelar oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Mokran House, Pyongyang, Senin, 8 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Xi menggambarkan kedekatan kedua negara sebagai hubungan yang dibangun oleh sejarah, kedekatan geografis, dan perjuangan bersama selama puluhan tahun.
"China dan Korea berbagi gunung dan sungai serta nasib yang sama. Persahabatan tradisional Tiongkok-Korea diwariskan dan semakin kokoh dalam ujian perubahan situasi internasional," kata Xi Jinping saat menghadiri jamuan makan malam yang digelar di Mokran House, Pyongyang, Senin, 8 Juni 2026.
Kunjungan Xi ke Korea Utara berlangsung dalam suasana yang meriah. Sepanjang perjalanan menuju lokasi jamuan, warga Korea Utara tampak berbaris mengenakan pakaian tradisional untuk menyambut rombongan tamu negara. Setibanya di Mokran House sekitar pukul 19.00 waktu setempat, Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan, disambut langsung oleh Kim Jong Un bersama istrinya, Ri Sol Ju. Setelah sesi foto bersama, para pemimpin partai Korea Utara memberikan penghormatan sebelum seluruh tamu memasuki ruang jamuan.
Xi menyoroti bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting karena menandai 65 tahun penandatanganan Traktat Persahabatan, Kerja Sama, dan Saling Membantu antara China dan Korea Utara yang ditandatangani pada 1961. Menurutnya, hubungan bilateral kini memasuki fase baru yang lebih strategis.
Baca Juga: Korut Bicara Nuklir Jelang Kunjungan Xi Jinping
"Dalam kunjungan kali ini, saya telah mencapai konsensus penting dengan Sekretaris Jenderal Kim Jong Un. Kami sepakat bahwa kedua negara perlu memahami arus besar zaman, mengikuti aspirasi bersama rakyat kedua negara, memperkuat interaksi tingkat tinggi, memperluas kerja sama praktis, meningkatkan hubungan antarmasyarakat, mendorong perkembangan hubungan China-Korea Utara pada tingkat yang tinggi," ungkap Xi Jinping.
Selain itu, Xi juga menyampaikan harapan agar Korea Utara terus mencapai kemajuan di bawah kepemimpinan Kim Jong Un. Ia menegaskan dukungan China terhadap pembangunan dan perjuangan sosialisme yang dijalankan negara tetangganya tersebut. Xi menyebut hubungan kedua negara tidak hanya didasarkan pada kepentingan strategis, tetapi juga pada nilai persahabatan yang telah terbangun selama beberapa generasi.
Sementara itu, Kim Jong Un menyambut hangat kedatangan Xi dan menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian besar Beijing terhadap hubungan kedua negara.
"Kami menyambut dengan hangat tamu paling terhormat bagi partai, pemerintah, dan rakyat Korea Utara. Kunjungan pertama Sekretaris Jenderal Xi Jinping ke luar negeri tahun ini yang langsung menuju Korea Utara menunjukkan perhatian besar terhadap pengembangan hubungan kedua partai dan kedua negara serta dukungan paling berharga bagi perjuangan sosialisme Korea Utara," kata Kim Jong Un.
Baca Juga: Xi Jinping Disambut Meriah Kim Jong Un di Pyongyang, Keluarkan Kata-kata Ini
Kim juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Xi telah mencapai sejumlah kesepahaman mengenai arah penguatan hubungan bilateral di tengah perubahan dinamika global dan regional. Selain membahas hubungan kedua negara, keduanya juga bertukar pandangan mengenai berbagai isu internasional yang menjadi perhatian bersama.
"Rakyat Korea Utara dengan tulus merasa gembira atas pencapaian besar yang diraih oleh rakyat China yang bersaudara, dan percaya bahwa di bawah kepemimpinan Partai Komunis China dengan Kamerad Sekretaris Jenderal Xi Jinping, rakyat China pasti akan menciptakan pencapaian yang lebih besar dalam perjalanan baru membangun negara sosialis modern yang kuat dan mencapai kebangkitan besar bangsa China," tambah Kim Jong Un.
Kunjungan Xi juga menjadi sorotan karena berlangsung di tengah pembahasan mengenai akses China ke Sungai Tumen yang bermuara ke Laut Jepang. Isu tersebut sebelumnya dibahas Xi bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan di Beijing pada Mei lalu. Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk melanjutkan konsultasi trilateral dengan Korea Utara terkait akses pelayaran di kawasan tersebut berdasarkan perjanjian tahun 1991 antara China dan Uni Soviet.
Hubungan Beijing dan Pyongyang sendiri menunjukkan tren penguatan dalam beberapa waktu terakhir setelah sempat menghadapi tantangan akibat meningkatnya kerja sama militer Korea Utara dengan Rusia. Sebagai mitra ekonomi utama dan sekutu terdekat Korea Utara, China tetap memegang peran penting dalam stabilitas dan pembangunan negara tersebut. Kedua negara juga memiliki ikatan historis yang kuat sejak bertempur bersama dalam Perang Korea 1950–1953 dan selama ini kerap menyebut hubungan mereka sebagai persaudaraan seperjuangan.
(Sumber: Antara)
Presiden China Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan berfoto dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dan istrinya Ri Sol-ju di Mokran House, Pyongyang, Senin (8/6/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China) (Antara)