Ntvnews.id, Istanbul - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina terus bertambah. Hingga Selasa, otoritas setempat mencatat sedikitnya 37 orang tewas, sementara empat orang lainnya masih dinyatakan hilang. Tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan paling parah di Pulau Mindanao.
Baca Juga: Gempa M 5,3 Guncang Kepulauan Sangihe Sulut
Gempa yang terjadi pada Senin pagi pukul 07.37 waktu setempat dengan pusat gempa berada di lepas pantai Provinsi Sarangani menimbulkan kerusakan besar di berbagai wilayah Mindanao. Sejumlah bangunan ambruk, layanan listrik dan air bersih terganggu, serta tanah longsor dilaporkan terjadi di beberapa daerah terdampak. Berdasarkan data Kantor Pertahanan Sipil Filipina (OCD), sebanyak 33 korban jiwa berasal dari wilayah Soccsksargen, dengan rincian 18 orang di Sarangani, 12 orang di Kota General Santos, dan tiga orang di South Cotabato. Empat korban lainnya berasal dari Provinsi Davao.
Selain korban meninggal, sedikitnya 479 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Sebanyak 456 korban luka tercatat di Region 12 dan 23 lainnya berada di Provinsi Davao. Bencana tersebut juga berdampak terhadap sekitar 88.000 warga, dengan lebih dari 22.000 orang terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak atau dinilai tidak aman untuk ditempati. Banyak warga memilih bertahan di area terbuka akibat kekhawatiran terhadap gempa susulan yang terus terjadi.
Baca Juga: Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 15 Orang, 134 Lainnya Luka-luka
Pemerintah Filipina melaporkan kerusakan signifikan pada infrastruktur publik. Sedikitnya sembilan jembatan dan 19 ruas jalan mengalami kerusakan dengan nilai kerugian yang diperkirakan melebihi 900 juta peso Filipina atau sekitar Rp264 miliar. Di sektor permukiman, sebanyak 1.889 rumah terdampak, termasuk sekitar 1.500 rumah yang hancur total. Kerugian properti diperkirakan mencapai 15 juta peso Filipina, meski angka tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan yang terus berlangsung.
Di tengah upaya pencarian dan evakuasi yang masih berjalan, pemerintah juga menyiapkan kawasan tenda darurat bagi warga yang belum dapat kembali ke rumah. Sementara itu, sektor pendidikan turut terdampak setelah penilaian awal menunjukkan 1.159 ruang kelas di 231 sekolah negeri mengalami kerusakan. Ancaman tsunami yang sempat dikeluarkan usai gempa utama akhirnya dicabut setelah pengamatan menunjukkan tinggi gelombang tidak berpotensi menimbulkan kerusakan. Namun, rangkaian gempa susulan, termasuk gempa magnitudo 6,1 dan 5,1, masih memicu kekhawatiran akan bertambahnya kerusakan serta menghambat proses penyelamatan di wilayah terdampak.
(Sumber: Antara)
Warga berkerumun di dekat reruntuhan restoran cepat saji Jolibee di kota General Santos setelah gempa bumi magnitudo 7,8 melanda Filipina Selatan pada Senin, 8 Juni 2026. Banyak bangunan dan struktur bangunan hancur atau runtuh setelah gempa terjadi. Operasi penyelamatan hingga kini masih berlangsung. /ANTARA/Daniel Ceng/Anadolu/pri. (Antara)