Ntvnews.id, Jakarta - Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan drone yang menargetkan sejumlah pangkalan Amerika Serikat di Bahrain. Aksi ini disebut sebagai respons atas rangkaian serangan sebelumnya yang dilakukan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran.
Dalam pernyataannya yang dikutip AFP melalui media Iran pada Rabu (10/6), IRGC lebih dulu menyinggung serangan yang terjadi di wilayah Iran bagian selatan.
"Rezim AS, si penghasut perang, telah menyerang sejumlah titik di Jask, Sirik dan Qeshm pagi-pagi tadi. Mereka merusak tiang-tiang telekomunikasi di Sirik, dan menghancurkan 2 tanki air di kota itu," kata IRGC, lewat pemberitaan media Iran yang dikutip AFP, Rabu (10/6).
Setelah insiden tersebut, IRGC mengklaim langsung melakukan serangan balasan dengan mengerahkan drone ke fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Bahrain.
Baca Juga: DEN Mau Survei MBG, Tiap SPPG Rerata Libatkan 3 Pemasok UMKM Lokal
"Untuk merespons hal itu, IRGC telah melepaskan serangan drone ke pangkalan Armada ke-5 AS di Bahrain, pada Rabu dinihari tadi," katanya IRGC.
Kelompok tersebut juga menegaskan bahwa eskalasi serangan akan terus terjadi apabila serangan terhadap Iran berlanjut.
"Kami akan meningkatkan serangan, jika kami terus diserang," ucap mereka.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat melalui akun X miliknya. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap setiap tindakan militer yang diarahkan kepadanya.
"Meskipun mereka sudah kalah di medan tempur, AS kembali ingin menguji determinasi kami. Angkatan Bersenjata kami yang perkasa, tidak akan membiarkan serangan ini tak terjawab. Pergi dari wilayah kami kalau ingin selamat," kata Araghchi.
Ilustrasi Drone Perang (The Star)