TNI-Kemhan Minta Tambah Anggaran, jadi Rp195 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jun 2026, 14:43
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin usai rapat dengan Komisi I DPR RI. Menhan Sjafrie Sjamsoeddin usai rapat dengan Komisi I DPR RI. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang di dalamnya terdapat Tentara Nasional Indonesia (TNI), meminta penambahan anggaran untuk tahun 2027 mendatang. Mereka ingin ditambah anggarannya menjadi Rp195 triliun.

Sebelumnya, Kemhan mendapatkan pagu indikatif Rp 139 triliun dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bappenas.

Permintaan penambahan anggaran Kemhan ini disampaikan dalam rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI hari ini. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan permintaan penambahan anggaran ke Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu, usai rapat.

Mulanya, Sjafrie menyebut kebutuhan sistem pertahanan negara selalu dinamis dan meningkat apalagi di kondisi geopolitik yang tak menentu.

"Inti dari rapat tadi adalah penyampaian RKP (rencana kerja pemerintah) dan RKA (rencana kerja anggaran) untuk 2027. Perlu diketahui oleh teman-teman sekalian bahwa kebutuhan sistem pertahanan negara itu selalu dinamis dan selalu meningkat karena di mana-mana di seluruh dunia, sistem pertahanan negara itu adalah faktor utama untuk menjaga kedaulatan negara, khususnya kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Sjafrie.

Kata Sjafrie, untuk anggaran 2027, Kemhan membutuhkan anggaran Rp 667 triliun. Tapi, Sjafrie mengatakan Kemenkeu hanya memberi anggaran Rp 139 triliun.

"Oleh karena itu, dalam tahun 2027, kami mengajukan rencana kebutuhan anggaran sebanyak Rp 667 triliun. Ini adalah konsep yang kita buat dengan terus memperhatikan skala prioritas dan dinamika tugas yang diberikan kepada Kementerian Pertahanan dan juga Tentara Nasional Indonesia sebagai instrumen dari pertahanan negara," tuturnya.

"Akan tetapi, kami juga harus mengikuti arahan yang sudah dikeluarkan oleh Bappenas dan Kementerian Keuangan bahwa pagu indikatif yang diberikan kepada anggaran pertahanan ini adalah Rp 139 triliun," imbuhnya.

Karenanya, Kemhan pun mengusulkan tambahan anggaran ke DPR supaya mendekati pengajuan yang dibutuhkan. Adapun jumlah tambahan anggaran yang diusulkan menjadi Rp 195 triliun.

"Oleh karena itu, kami tadi sudah mengusulkan anggaran tambahan melalui Komisi I DPR RI untuk diteruskan kepada Badan Anggaran agar kami bisa menambah anggaran sebanyak Rp 195 triliun. Hal ini tentunya mempunyai makna yang sangat besar terhadap kedaulatan negara karena sistem pertahanan negara itu adalah safety belt dari pembangunan nasional," jelas dia.

Sjafrie menjelaskan peruntukan dari tambahan anggaran itu, salah satunya terkait pembangunan kekuatan TNI. Ia juga menyinggung terkait tugas TNI dalam membangun jembatan imbas bencana alam.

"Contoh adalah yang berhubungan dengan center of gravity, baik itu di Papua dan juga di beberapa tempat lain. Ini memerlukan pembangunan kekuatan. Di samping itu juga tugas-tugas dinamis kita untuk mendukung pemerintah di dalam hal pembangunan, sarana dan prasarana yang kita sudah ketahui bekas akibat dari bencana alam," papar Sjafrie.

"Jadi sekarang TNI juga sedang menjalankan tugas untuk membangun jembatan dan sebagainya. Itulah yang kami usulkan kepada Komisi I dengan harapan tambahan ini bisa mendapatkan restu dari Badan Anggaran dan disetujui untuk menjadi alokasi anggaran APBN pertahanan negara di tahun 2027," lanjut dia.

x|close