Klarifikasi Lengkap Raffi Ahmad, Usai Namanya Terseret Dalam Sidang Kasus Blueray Cargo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 00:29
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad

Ntvnews.id, Jakarta - Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad akhirnya memberikan klarifikasi mendalam terkait beredarnya foto dirinya bersama rombongan saat berada di kantor PT Blueray Cargo New York, Amerika Serikat.

Dalam perbincangan hangat Raffi bersama politisi Dedi Mulyadi, suami Nagita Slavina itu menegaskan bahwa keterlibatannya hanyalah sebuah ketidaksengajaan saat ia tengah berlibur di Amerika Serikat.

Dimana Raffi menceritakan kronologi lengkap yang bermula pada Oktober tahun lalu. Saat itu, ia bersama geng Dudas Minus One yang beranggotakan Ariel NOAH, Desta, dan Gading Marten, tengah berada di Amerika Serikat untuk mengikuti ajang Chicago Marathon.

Setelah menyelesaikan marathon di Chicago, Raffi dan rombongan ini bertolak ke New York untuk menyapa warga Indonesia di sana dengan menggunakan motor. Raffi menjelaskan bahwa titik pertemuan mereka berada di sebuah restoran Indonesia populer di kawasan Queens.

"Jadi, datanglah kita ke restoran namanya Awang Kitchen di Queens, New York. Kita di sana menghibur masyarakat, ada videonya juga di YouTube saya," ujar Raffi Ahmad di YouTube Dedi Mulyadi, dikutip Rabu, 10 Juni 2026.

Kejadian yang akhirnya menjadi sumber fitnah tersebut bermula ketika Raffi dan kawan-kawan menyadari ada sebuah toko kelontong Indonesia di sebelah restoran tersebut. 

"Di sebelah kanannya ada toko kelontong Indonesia, nah di sebelah kirinya ada toko Blueray itu. Pas kita mau balik lagi ke Awang Kitchen, orang-orang di toko itu manggil, 'Eh Aa Raffi!'," kenangnya.

Raffi mengaku saat itu ia tidak mengenal siapa pemilik maupun operasional dari Blueray Cargo. Sebagai figur publik, ia secara spontan memenuhi permintaan foto dari orang-orang yang mengaku sebagai staf atau General Manager (GM) di sana.

Tak hanya sekadar foto, pihak toko kemudian menawarkan jasa pengiriman barang dari Amerika ke Indonesia kepada Raffi dan Ariel seperti pengiriman laptop ataupun iPhone terbaru.

"Dia bilang, 'Mas Raffi, Mas Ariel, kita bisa mengirimkan kalau mau kirim iPhone atau laptop ke Indonesia'. Kebetulan waktu itu kan memang lagi musim iPhone baru keluar," jelas Raffi.

Menanggapi tawaran tersebut, Raffi mengaku hanya menjawab dengan sopan sebagai bentuk keramahan (basa-basi) kepada sesama orang Indonesia.

"Ya masa aku bilang enggak? Saya bilang, 'Oh iya atuh nanti kalau ada (pesanan) ya, oke'. Namanya juga orang nawarin, masa kita tolak kasar." jelas Raffi.

Awal mula masalah muncul ketika dikabarkan pihak Blueray Cargo terkena kasus hukum suap bea cukai. Dalam pemeriksaan, pihak berwenang menemukan foto-foto Raffi Ahmad, Ariel, Desta, dan Gading. Ironisnya, muncul klaim bahwa Raffi dkk ini dituding sebagai pelanggan yang melakukan pemesanan barang.

"Ternyata pegawainya di situ WhatsApp ke bosnya kali, bilang 'Ini Pak Raffi tadi mau pesan handphone'. Padahal saya cuma basa-basi. Transaksi enggak ada, WhatsApp-an aja enggak," tegas suami Nagita Slavina ini.

Untuk mempermudah pemahaman, Raffi memberikan analogi sederhana kepada Dedi Mulyadi. Ia mengibaratkan situasi tersebut seperti seseorang yang ditawari bakso oleh penjual.

"Ibaratnya Pak Gub (Dedi Mulyadi) tanya, 'Aa mau bakso enggak?', saya jawab 'Iya'. Tapi kan saya enggak beli, cuma mengiyakan tawaran supaya sopan. Eh, tiba-tiba dibilang saya sudah makan baksonya," seloroh Raffi.

Raffi mengaku heran mengapa namanya selalu dikaitkan dengan kasus-kasus hukum, mulai dari tuduhan pencucian uang hingga masalah kargo ini. Namun, ia memilih untuk tetap tenang karena merasa tidak melakukan kesalahan apa pun dan mencoba meminta bantuan hukum ke Hotman Paris untuk meluruskan semua fitnahan yang ada.

"Kemarin dibilang pencucian uang, sekarang dibilang ini. Ini lebih lucu lagi karena saya pesan aja enggak, komunikasi aja enggak ada. Saya berani bicara karena memang saya enggak salah apa-apa," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan KPK dikabarkan masih mendalami penyalahgunaan identitas publik figur dalam operasional PT Blueray Cargo yang bermasalah tersebut.

x|close