Ntvnews.id, Taheran - Pangkalan Angkatan Udara Israel dilaporkan mengalami kerusakan signifikan setelah menjadi sasaran rentetan rudal Iran dalam serangan terbaru yang terjadi pada awal Juni. Kerusakan paling mencolok disebut terjadi pada hanggar yang digunakan untuk menyimpan jet tempur di Pangkalan Angkatan Udara Ramat David, yang berada di wilayah utara Israel.
Berdasarkan hasil pencitraan satelit dan analisis terhadap gambar beresolusi rendah milik Soar yang diambil pada Senin, 8 Juni 2026, terlihat adanya perubahan pada area hanggar tersebut jika dibandingkan dengan citra yang direkam pada 5 Juni.
Menurut laporan media Israel, Yedioth Ahronoth, yang dikutip oleh Middle East Monitor (MEMO), "tampak titik gelap di lokasi hanggar tersebut" dibandingkan gambar pada 5 Juni.
Hasil analisis tersebut menunjukkan indikasi kuat bahwa bangunan hanggar itu "kemungkinan terkena serangan selama eskalasi dengan Iran."
Meski demikian, laporan itu menyebutkan belum ada kepastian mengenai isi hanggar saat serangan berlangsung maupun tingkat kerusakan yang sebenarnya dialami fasilitas tersebut.
Hingga kini, militer Israel belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait laporan yang dipublikasikan Yedioth Ahronoth tersebut.
Baca Juga: Timteng Bergejolak, Kuwait–Yordania Kompak Cegat Rudal yang Berasal dari Iran
Sebelumnya, pemerintah Iran mengklaim telah berhasil menyerang Pangkalan Angkatan Udara Ramat David menggunakan rudal balistik pada Minggu, & Juni 2026 Teheran menyatakan operasi itu dilakukan sebagai respons atas serangan dan invasi Israel ke Lebanon.
Ketegangan di kawasan kembali meningkat pada hari yang sama ketika Israel melancarkan serangan udara ke ibu kota Lebanon meskipun kesepakatan gencatan senjata masih berlaku. Serangan tersebut mendorong Iran meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel sebagai aksi balasan.
Situasi kemudian berkembang menjadi saling serang. Setelah rudal Iran ditembakkan, Tel Aviv merespons dengan beberapa gelombang serangan udara yang menyasar wilayah Iran.
Arsip - Roket yang ditembakkan dari Iran terlihat di atas Yerusalem dari Hebron, Tepi Barat pada 1 Oktober 2024. Tentara Israel mengumumkan bahwa rudal ditembakkan dari Iran ke arah Israel dan sirene terdengar di seluruh negeri, terutama di Tel Aviv. (Antara)
Eskalasi konflik berlanjut hingga Senin, 8 Juni 2026, Namun, militer Iran kemudian mengumumkan penghentian sementara serangan terhadap Israel. Meski demikian, Teheran tetap memberikan peringatan keras dan menegaskan akan memberikan respons "menghancurkan" apabila Israel kembali melanjutkan serangan terhadap Lebanon.
Kawasan Timur Tengah sendiri terus berada dalam kondisi tegang sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari lalu. Konflik yang melibatkan Teheran dan Tel Aviv telah memicu rangkaian aksi balasan yang juga berdampak pada sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi berbagai aset militer Amerika Serikat.
Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, upaya diplomatik untuk menghentikan konflik dan mencapai kesepakatan damai masih belum menunjukkan perkembangan berarti. Negosiasi yang diharapkan dapat meredakan perang hingga kini dilaporkan masih mengalami kebuntuan.
Ilustrasi - Rudal Iran. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)