Memanas Lagi, Serangan Udara Pakistan ke Afghanistan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 05:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Jet tempur Pakistan. (ANTARA/Anadolu/py) Ilustrasi - Jet tempur Pakistan. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Ntvnews.id, Islamabad - Militer Pakistan kembali melancarkan serangan udara di wilayah Afghanistan yang menyebabkan korban jiwa. Otoritas Afghanistan menyebut sedikitnya 13 orang tewas dalam serangan tersebut, menjadikannya salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir setelah situasi perbatasan sempat relatif tenang.

Juru bicara utama pemerintahan Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid, menyatakan bahwa serangan terjadi pada malam hari dan menyasar sejumlah wilayah di Afghanistan.

"Semalam, militer Pakistan kembali melanggar wilayah udara Afghanistan dan membombardir rumah-rumah warga sipil di provinsi Kunar, Khost, dan Paktika," tulis Zabihullah Mujahid melalui akun media sosial X.

"Akibat serangan ini, 11 anak-anak, satu wanita, dan satu pria lanjut usia tewas," imbuhnya.

Di sisi lain, pemerintah Pakistan memberikan versi berbeda terkait operasi tersebut. Islamabad mengklaim serangan udara yang dilakukan justru menargetkan kelompok militan di kawasan perbatasan dan menewaskan 26 orang yang diduga terkait jaringan bersenjata.

"Setelah insiden teroris baru-baru ini di Pakistan.... serangan yang tepat dan terukur dilakukan di sepanjang daerah perbatasan Pakistan-Afghanistan terhadap tempat persembunyian dan tempat perlindungan," tulis Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, di media sosial X.

Menurut Tarar, sebanyak 26 militan yang memiliki hubungan dengan kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) tewas dalam operasi tersebut. Namun, ia tidak memberikan tanggapan terkait laporan korban sipil yang disampaikan pemerintah Afghanistan.

Sebelumnya, Pakistan berulang kali menegaskan bahwa operasi militernya di Afghanistan ditujukan untuk memburu kelompok-kelompok bersenjata yang dianggap bertanggung jawab atas berbagai serangan di wilayah Pakistan. Islamabad juga mengeklaim tidak pernah secara sengaja menargetkan warga sipil.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri Hantam Kereta di Pakistan

Serangan terbaru ini menjadi yang paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir dan terjadi setelah ketegangan di perbatasan sempat mereda pasca-konflik yang pecah pada akhir Februari lalu.

Eskalasi konflik kala itu memicu pertempuran sengit di sepanjang perbatasan kedua negara. Pakistan bahkan melancarkan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya ke sejumlah kota di Afghanistan, termasuk Kabul dan Kandahar, yang merupakan basis penting kepemimpinan Taliban.

Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirilis bulan lalu, sedikitnya 372 warga sipil Afghanistan tewas dan 397 lainnya mengalami luka-luka selama tiga bulan pertama tahun ini akibat konflik yang berlangsung.

Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan memang terus diwarnai ketegangan sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Isu keamanan menjadi sumber utama perselisihan, terutama terkait tuntutan Pakistan agar Afghanistan mengambil tindakan tegas terhadap kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).

Pemerintah Pakistan menuduh Taliban memberikan perlindungan kepada para militan, khususnya anggota TTP, yang selama bertahun-tahun menjalankan aksi kekerasan di wilayah Pakistan. Sementara itu, pihak Afghanistan membantah tuduhan tersebut dan justru menuding Pakistan melindungi kelompok-kelompok yang memusuhi Afghanistan serta tidak menghormati kedaulatan negaranya.

x|close