Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga harus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
Pelaksanaan MBG juga harus selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem.
Dalam kebijakan tersebut, selain memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah juga mendorong terciptanya ekosistem pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, terdapat dua dampak besar yang harus diwujudkan melalui MBG. Salah satunya, membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin melalui penyediaan makanan bergizi bagi kelompok penerima manfaat.
“Kemudian yang kedua, diprioritaskan untuk ekosistem pemberdayaan kaum miskin, sehingga otomatis Inpres 8 ini akan terlaksana dengan amat sangat mudah, dengan anggaran yang sangat bagus,” ucap Menko Muhaimin, Kamis, 11 Juni 2026.
Salah satu kekuatan terbesar Program MBG terletak pada kemampuannya menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Besarnya anggaran yang beredar melalui program tersebut harus mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat lokal, terutama pelaku usaha mikro, petani, peternak, nelayan, koperasi desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan berbagai usaha rakyat lainnya.
"Salah satu ekosistem yang paling terbentuk adalah bagaimana menumbuhkan perlaku usaha baru, sekaligus menstabilkan harga sehingga petani untung dari proses MBG,” kata Menko Muhaimin.
Lebih lanjut, Cak Imin menekankan pentingnya memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan pengadaan bahan baku dari lingkungan sekitar.
Dengan tata kelola yang tepat, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dapat menciptakan pasar yang stabil bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal.
“Bolak-balik Bapak Presiden menyampaikan, uang yang beredar di bawah, jumlahnya sangat besar dan harus berdampak kepada mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, dampak positif tersebut sudah mulai terlihat di sejumlah daerah. Permintaan bahan pangan dari Program MBG mampu membantu menjaga stabilitas harga komoditas sekaligus memberikan kepastian pasar bagi produsen lokal.
Muhaimin Iskandar (Dokumentasi )