Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memperingati hari jadinya yang ke-14 di kantor DKPP RI. Dalam acara puncak peringatan yang digelar di Jakarta, Sekretaris DKPP, Syarmadani, menyampaikan laporan capaian serta refleksi filosofis perjalanan lembaga selama 14 tahun menjaga marwah demokrasi Indonesia.
Mengusung tema "Benteng Integritas Penyelenggara Pemilu", peringatan tahun ini bukan sekadar seremonial. Syarmadani menjelaskan bahwa tema tersebut menggambarkan peran krusial DKPP dalam melindungi etika dan integritas penyelenggara pemilu guna memastikan proses dan hasil pemilu memiliki legitimasi yang diakui rakyat.
"Selama 14 tahun berdiri, DKPP telah menangani ribuan perkara pelanggaran kode etik yang melibatkan puluhan ribu penyelenggara pemilu. DKPP tak ubahnya sebuah benteng yang melindungi etika penyelenggara agar demokrasi kita tetap sehat," ujar Syarmadani di kantor DKPP RI, 12 Juni 2026.
Dalam laporannya, Syarmadani memaparkan data statistik kinerja lembaga sejak dibentuk pada 12 Juni 2012 hingga tahun 2026. Tercatat, DKPP telah menerima sebanyak 5.894 pengaduan masyarakat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.672 perkara teregistrasi dan 2.671 perkara telah diputus.
Angka yang menarik perhatian adalah jumlah teradu yang diputus mencapai 10.966 orang. Dari jumlah itu, lebih dari separuhnya, yakni 5.823 orang, dipulihkan nama baiknya melalui putusan rehabilitasi karena tidak terbukti melanggar Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP).
Namun, Syarmadani menegaskan bahwa DKPP tetap bertindak taring dalam memberikan sanksi bagi yang terbukti bersalah.
"DKPP tidak segan mengeluarkan sanksi tegas. Tercatat ada 815 orang yang diberhentikan tetap, 86 orang diberhentikan sementara, dan 106 orang dicopot dari jabatan ketua," sambungnya.
Peringatan HUT ke-14 ini diselenggarakan dengan nuansa kesederhanaan dan kedewasaan. Syarmadani menyebutkan bahwa di tengah kondisi nasional saat ini, DKPP memilih untuk berempati dengan menggelar acara yang produktif namun tanpa biaya tambahan, menyelaraskan dengan program kegiatan yang sudah ada.
"Kami ingin menunjukkan kedewasaan diri yang semakin arif dalam menyikapi kondisi tanpa kehilangan arah maupun kontribusi bagi lingkungan," ujar sekretaris DKPP.
Sebagai penutup, Syarmadani menekankan bahwa momentum hari jadi ini adalah waktu yang tepat untuk introspeksi dan evaluasi. Perjalanan panjang organisasi yang penuh tantangan menuntut seluruh struktur di dalam DKPP untuk tetap menjaga semangat dan tidak menyerah dalam menegakkan etika demokrasi di Indonesia.
"Semua perkara dan kinerja ini dapat dipantau secara transparan melalui website resmi DKPP. Ini adalah bentuk komitmen kami kepada publik," pungkasnya
Sekretaris DKPP Syarmadani (NTVNews)