Menhan Inggris Mundur Usai Kritik PM Starmer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jun 2026, 06:11
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Arsip - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben di London. (ANTARA/Anadolu/py.) Arsip - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben di London. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, London - Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis, 11 Juni 206 waktu setempat setelah berbulan-bulan berselisih dengan pemerintah terkait anggaran militer. Dalam surat pengunduran dirinya, Healey menuding Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, tidak menyediakan dana yang cukup untuk menjaga keamanan nasional.

Dilansir dari Reuters, Sabtu, 13 Juni 2026, Healey menilai pemerintah gagal mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk menghadapi ancaman keamanan yang terus meningkat.

Pengunduran diri tersebut disertai kritik terbuka terhadap Starmer dan dinilai menjadi sinyal meningkatnya tekanan terhadap pemerintah Inggris. Situasi itu juga menyoroti persoalan mendasar yang dihadapi pemerintahan saat ini, yakni bagaimana meningkatkan belanja pertahanan di tengah keterbatasan anggaran dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan sektor kesejahteraan.

Healey, yang selama ini dikenal sebagai salah satu menteri loyal di kabinet, diketahui telah terlibat dalam serangkaian pembahasan dengan Starmer dan Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, mengenai kebutuhan tambahan anggaran militer. Perdebatan tersebut bahkan menyebabkan tertundanya Rencana Investasi Pertahanan Inggris yang semestinya diluncurkan tahun lalu.

Dalam surat pengunduran dirinya, Healey menyampaikan kritik langsung kepada Starmer.

"Anda tidak mampu, dan Kementerian Keuangan tidak bersedia, mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan negara untuk mempertahankan negara ini," kata Healey dalam surat tersebut.

Menanggapi keputusan itu, Starmer menyatakan penyesalannya atas mundurnya Healey. Ia kemudian menunjuk Dan Jarvis sebagai Menteri Pertahanan yang baru.

Baca Juga: Inggris Pecundangi Kosta Rika Skor 3-0

Tidak lama setelah Healey mundur, Menteri Angkatan Bersenjata Inggris, Al Carns, juga mengumumkan pengunduran dirinya pada hari yang sama. Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan ketidakpuasannya terhadap arah kebijakan anggaran pertahanan pemerintah.

"Sudah jelas bagi saya bahwa perubahan yang telah saya perjuangkan tidak akan terjadi," ujar Carns dalam surat pengunduran dirinya.

Carns menyatakan tidak lagi dapat bertahan di dalam pemerintahan karena berbagai perubahan yang selama ini ia dorong dalam kebijakan pertahanan dan investasi militer kemungkinan besar tidak akan direalisasikan.

Dalam suratnya, ia juga mengkritik rancangan anggaran pertahanan yang dinilai tidak sesuai dengan tantangan keamanan yang dihadapi Inggris saat ini.

"Tidak dirancang untuk ancaman yang kita hadapi". jelasnya.

Arsip - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben di London. (ANTARA/Anadolu/py.) <b>(Antara)</b> Arsip - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben di London. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Carns menilai Angkatan Bersenjata Inggris dituntut beroperasi dalam lingkungan yang semakin berbahaya tanpa dukungan sumber daya yang memadai.

"Karakter konflik berubah lebih cepat daripada kemampuan pengadaan kita untuk mengimbanginya," kata Carns.

Ia memperingatkan bahwa rencana anggaran yang ada saat ini tidak cukup transformatif dan belum didukung pendanaan yang memadai untuk menghadapi perkembangan ancaman global.

Mundurnya dua pejabat senior pertahanan dalam waktu berdekatan menjadi pukulan baru bagi pemerintahan Starmer. Peristiwa tersebut diperkirakan akan menambah tekanan politik terhadap sang perdana menteri dan berpotensi memicu tantangan terhadap kepemimpinannya dalam beberapa bulan ke depan.

x|close