Ntvnews.id, Kyiv - Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Inggris yang mencegat kapal tanker yang diduga merupakan bagian dari armada bayangan Rusia di Selat Inggris pada Minggu, 14 Juni 2026. Kapal tersebut dihentikan karena masih berada dalam daftar sanksi yang berlaku.
"Kapal tanker Rusia adalah instrumen perang. Setiap kapal yang berhasil dihentikan berarti melemahkan keuangan mesin perang Rusia," tulis Sybiga melalui akun media sosialnya, dikutip dari AFP, Senin, 15 Juni 2026.
"Memutus aliran uang ini membantu mereduksi kemampuan Rusia membiayai serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap kota-kota di Ukraina."
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Inggris mengungkapkan bahwa militer mereka telah mengintersepsi sebuah kapal tanker yang masih dikenai sanksi dan diduga terkait dengan armada bayangan Rusia di Selat Inggris pada Minggu, 14 Juni 2026.
Operasi tersebut berlangsung selama sekitar enam jam pada dini hari. Dalam pelaksanaannya, militer Inggris mengerahkan helikopter Chinook serta kapal fregat HMS Sutherland milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
"Dalam operasi pertama yang dipimpin Inggris, kapal SMYRTOS dinaiki oleh Komando Marinir Kerajaan dan aparat penegak hukum yang terlatih khusus dari Badan Kejahatan Nasional, meskipun Rusia telah berupaya keras untuk menghindari sanksi dan terus memicu perang barbar mereka dengan Ukraina," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris.
Saat ini, kapal tersebut akan dipindahkan ke lokasi tambat di lepas pantai selatan Inggris untuk menjalani pemantauan lebih lanjut.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menilai operasi tersebut menjadi pukulan bagi Rusia.
Baca Juga: Fakta-fakta Christian Eriksen Kolaps Saat Denmark Hadapi Ukraina
Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris, Dan Jarvis, menyatakan Rusia sangat bergantung pada armada bayangan untuk membiayai perang di Ukraina. Karena itu, menurutnya, mengganggu operasional armada tersebut dapat mengurangi sumber daya yang menopang agresi Rusia sekaligus menekan kemampuannya dalam mengancam keamanan kawasan Eropa.
"Dan pencegatan kami memberikan pukulan telak bagi perang ilegal Putin," kata dia.
Inggris diketahui telah menjatuhkan sanksi terhadap ratusan kapal yang diduga menjadi bagian dari armada bayangan Rusia. Kapal-kapal tersebut disebut digunakan untuk menghindari embargo yang diberlakukan negara-negara Eropa setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (ANTARA)
Pemerintah Inggris juga menuding sejumlah kapal dalam armada tersebut terlibat dalam kerusakan kabel bawah laut di Laut Baltik. Sejak 2023, kawasan itu mengalami sejumlah insiden yang menyebabkan kabel komunikasi bawah laut dan jalur listrik mengalami gangguan.
Mantan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, pada April lalu mengungkap bahwa pihaknya telah melacak dan mencegat tiga kapal selam Rusia yang diduga menjalankan "operasi rahasia" selama sebulan di perairan Inggris di Atlantik Utara, dekat jaringan kabel dan pipa bawah laut yang dianggap vital.
Pemerintah Inggris juga berencana mengusulkan regulasi baru guna mencegah "Rusia dan negara-negara musuh lainnya" melakukan sabotase terhadap kabel internet bawah laut yang menjadi infrastruktur penting bagi komunikasi global.
Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa. (Antara)