Ntvnews.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dan memeriksa dua saksi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan investasi modal serta pinjaman jangka panjang di PPT Energy Trading Co., Ltd. (PPT ET). Kedua saksi tersebut adalah Komisaris PT Catur Elang Perkasa, Oki Arisulistijanto, dan seorang pegawai PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, atas nama ORI selaku Komisaris PT Catur Elang Perkasa, dan MUA selaku pegawai PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Berdasarkan data yang dimiliki KPK, Oki Arisulistijanto tiba untuk memenuhi panggilan penyidik pada pukul 09.51 WIB. Sementara saksi berinisial MUA tercatat hadir di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 10.00 WIB.
Kasus ini mulai memasuki tahap penyidikan sejak 30 Juli 2025. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan investasi modal dan pinjaman jangka panjang di PPT ET selama periode 2015 hingga 2022.
Dalam rangkaian penyidikan yang sedang berjalan, KPK juga telah mengambil langkah pencegahan ke luar negeri terhadap tiga orang, yakni MH yang berasal dari PPT ET, serta MZ dan OA dari kalangan swasta.
Meski telah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara ini, lembaga antirasuah itu hingga kini belum mengungkap identitas mereka kepada publik.
KPK menyatakan bahwa penyidikan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan korupsi pengadaan liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair di PT Pertamina (Persero) yang terjadi pada rentang waktu 2011-2021.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam laman resmi PPT ET, PT Pertamina (Persero) menguasai 50 persen saham perusahaan patungan Indonesia-Jepang tersebut. Adapun 50 persen saham lainnya dimiliki oleh 13 perusahaan asal Jepang, yakni Toyota Motor Corporation, ENEOS Corporation, Chubu Electric Power, The Kansai Electric Power, INPEX Corporation, Cosmo Oil, Tokyo Electric Power Company Holdings, Idemitsu Kosan, Japan Petroleum Exploration (JAPEX), Tokyo Gas, Kashima Oil, Kyushu Electric Power, dan Nippon Steel Engineering.
(Sumber: Antara)
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Antara)