Viral Akun Wakil Ketua DPRD Cirebon Komentari Kritikan Warga dengan Sebut 'Gembrot'

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jun 2026, 09:53
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati (DPRD Cirebon)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, menjadi sorotan publik setelah komentar yang muncul dari akun media sosial pribadinya viral di berbagai platform. Komentar tersebut dinilai tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik karena dianggap mengandung unsur body shaming.

Polemik bermula dari sebuah unggahan di media sosial yang memuat narasi, "Mak Denok Demo Bareng Mahasiswa di Cirebon: Prabowo Kami Tidak Butuh MBG". Unggahan itu berkaitan dengan aksi demonstrasi yang menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto.

Pada kolom komentar unggahan tersebut, akun Instagram @nanakencanawati menuliskan, "Lagian siapa yang mau ngasih lo makan ???? Udah GEMBROT !!!!"

Tangkapan layar komentar itu kemudian menyebar luas dan memicu gelombang kritik dari netizen. Banyak pihak menilai pernyataan tersebut merupakan bentuk mempermalukan fisik atau body shaming, terlebih karena komentar itu berasal dari seorang pimpinan DPRD.

Kritik juga datang dari sejumlah tokoh publik, salah satunya Melanie Subono yang turut menyoroti komentar tersebut melalui akun Instagram pribadinya.

Menanggapi polemik yang berkembang, Nana Kencanawati memberikan penjelasan terkait komentar yang viral itu. Ia mengklaim bahwa saat komentar tersebut ditulis, akun Instagram pribadinya sedang digunakan oleh anggota tim media yang biasa membantu mengelola aktivitas media sosialnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis,Jadi Rp2,73 Juta per Gram

"Ketua dan Wakil Ketua DPRD memiliki tim media masing-masing. Kebetulan saat membuka Instagram, tim media ibu menggunakan akun ibu dan saat itu komentar tersebut ditulis secara spontan," ujar Nana, Selasa (16/6).

Nana mengaku baru mengetahui komentarnya menjadi perbincangan publik setelah menerima banyak telepon pada malam hari. Menurutnya, keterbatasan dalam menggunakan teknologi membuat dirinya tidak langsung menyadari reaksi publik yang bermunculan di media sosial.

"Ibu tahunya setelah malam banyak yang telepon. Karena ibu gaptek [gagap teknologi], sementara tim media tinggal di Kota Cirebon, jadi baru bisa melihat postingan dan komentar-komentarnya pada malam hari," jelasnya.

Setelah mengetahui komentar tersebut menuai kontroversi dan mendapat banyak kritik dari masyarakat, Nana menyatakan langsung menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

"Begitu tahu, ibu langsung meminta maaf," katanya.

Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, akun Instagram @nanakencanawati milik Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon terpantau berada dalam mode private pada Rabu (17/6) pukul 09.32 WIB. Dengan pengaturan tersebut, unggahan dan aktivitas di akun itu tidak dapat diakses secara bebas oleh pengguna Instagram lainnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena komentar yang viral berasal dari akun media sosial seorang pejabat publik, sekaligus memicu perdebatan mengenai etika penggunaan media sosial oleh penyelenggara negara dan tanggung jawab atas aktivitas yang dilakukan melalui akun pribadi maupun yang dikelola oleh tim.

x|close