Ntvnews.id
Pelantikan tersebut terdiri dari sembilan anggota lama dan tujuh anggota baru. Adapun Akademi Jakarta sendiri adalah lembaga kebudayaan yang menghimpun seniman, budayawan, dan cendekiawan untuk memberikan pandangan serta rekomendasi bagi pengembangan seni dan budaya di Jakarta.
Pramono lantas berharap, para anggota yang baru dikukuhkan bisa menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam merumuskan arah kebudayaan menjelang lima abad Jakarta pada 2027 mendatang, juga mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global.
Baca Juga: HUT Jakarta, Pramono: Pembangunan Harus Berdampak Nyata Bagi Warga
"Dalam transformasi menuju kota global, budaya tidak boleh hanya menjadi pelengkap pembangunan. Budaya harus menjadi identitas, karakter, dan kekuatan yang membedakan Jakarta dari kota-kota besar lain di dunia," katanya.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menyampaikan, bahwa Pemprov DKI Jakan membuka ruang yang lebih luas bagi seniman, komunitas, dan masyarakat untuk berkarya serta berekspresi. Pembenahan tata kelola fasilitas kesenian, termasuk Taman Ismail Marzuki, juga menjadi perhatian agar ruang budaya semakin inklusif dan mudah diakses.
“Jakarta ingin membuka ruang yang lebih luas bagi budaya, seni, dan ekspresi masyarakat. Karena itu, pembenahan, perbaikan, dan pengelolaan bersama panggung-panggung utama seperti Taman Ismail Marzuki menjadi penting untuk membentuk wajah seni dan budaya Jakarta ke depan,” tuturnya.
Dukungan terhadap ekosistem budaya juga dilakukan melalui pembukaan kembali Planetarium Jakarta, peningkatan fasilitas Taman Ismail Marzuki, serta pemberian insentif berupa keringanan pajak 50 persen bagi produksi film.
Menurut Pramono, Jakarta harus tumbuh sebagai kota yang terbuka bagi beragam komunitas dan ekspresi budaya. Hal itu tercermin dalam penyelenggaraan berbagai perayaan keagamaan dan budaya di ruang publik, mulai dari Christmas Carol, Imlek, Waisak, dan Nyepi hingga Idulfitri.
Baca Juga: Pramono Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said dan Halte Integritas
"Ruang-ruang seperti itulah yang harus kita jaga bersama. Mudah-mudahan Jakarta semakin penuh warna. Pembangunan fisik terus berjalan, tetapi yang paling utama adalah membuat warga Jakarta merasa nyaman," pungkasnya.
Sementara, anggota Akademi Jakarta, N. Syamsuddin Ch. Haesy, menilai seni dan budaya perlu ditempatkan sebagai bagian dari kekuatan ekonomi Jakarta, bukan semata-mata sektor yang membutuhkan pembiayaan.
"Pertama, meningkatkan atraksi seni dan budaya. Kedua, mengembangkan kreativitas dan inovasi. Ketiga, menempatkan seni bukan lagi sebagai kegiatan yang menghabiskan dana, melainkan sebagai aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah," jelasnya.
Anggota Akademi Jakarta yang dikukuhkan terdiri dari 16 orang, di antaranya Afrizal Malna, Alia swastika, Armantono, Bambang Harymurti, Candra Darusman, Dewi Noviami, I Sandyawan Sumardi, Dwinita Larasati, JJ Rizal, Kamala Chandrakirana, Karlina Supelli, N. Syamsuddin Ch Haesy, R. Ay. Siti N. Kusumastuti, Seno Gumira Ajidarma, Tisna Sanjaya, dan Zeffry Alkatiri.
Pramono Anung (Pemprov DKI)