Kemenhan Benarkan 2 Peserta Program SPPI Meninggal Saat Jalani Latihan Dasar Kemiliteran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 19:20
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, pada Rabu, 17 Juni 2026. Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, pada Rabu, 17 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengonfirmasi kabar meninggalnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Konfirmasi tersebut disampaikan setelah informasi mengenai wafatnya dua peserta, yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq, ramai diperbincangkan di media sosial sejak Senin, 22 Juni 2026.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa Anisa mengalami gangguan kesehatan ketika menjalani pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

"Peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit," kata Rico dalam keterangannya, Selasa, 23 Juni 2026.

Setelah menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut, Anisa dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke.

Sementara itu, peserta lainnya, Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja.

Menurut Rico, kondisi fisik Yonanda sempat menurun pada Senin, 15 Juni 2026, sehingga yang bersangkutan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung)," katanya.

Kemenhan menegaskan bahwa baik Anisa maupun Yonanda, termasuk seluruh peserta lainnya, telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti program latsarmil. Dari hasil pemeriksaan tersebut, mereka dinyatakan memenuhi syarat kesehatan untuk mengikuti pendidikan.

Selain itu, materi latihan dasar kemiliteran yang diberikan kepada peserta juga disebut telah dirancang dan dipastikan aman untuk diikuti oleh warga sipil.

Meski demikian, Kemenhan menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan latsarmil agar proses pembelajaran ke depan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi seluruh peserta.

Terkait meninggalnya kedua peserta tersebut, Rico memastikan pemerintah akan memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan serta memastikan seluruh prosedur penanganan telah dijalankan sesuai ketentuan.

"Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta serta memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," jelasnya.

(Sumber: Antara)

 
 
x|close