1 Tahun Berjalan, Siswa SMA Unggul Garuda Transformasi yang Diterima di Universitas Top Dunia Naik 150%

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 22:00
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Plt. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. Plt. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah mengatakan 12 SMA atau MA pilihan yang dibina pemerintah melalui program SMA Unggul Garuda Transformasi berhasil meningkatkan jumlah siswa yang diterima di 100 perguruan tinggi top dunia hingga 150 persen dalam satu tahun.

Kedua belas sekolah yang jadi pionir ini tersebar dari Aceh hingga Papua Barat Daya. Di antaranya MAN Insan Cendekia Gorontalo, SMA Pradita Dirgantara, SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, dan SMA Averos Sorong.

“Di 12 SMA Unggul Garuda Transformasi yang ditetapkan tahun 2025, persentase jumlah siswa yang diterima di top 100 universities naik mencapai 150 persen,” kata Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut catatan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada tahun 2025, hanya 132 siswa yang diterima di 100 universitas top dunia. Namun, pada 2026 jumlahnya naik signifikan.

Baca Juga: SMA Unggul Garuda Baru Mulai Beroperasi, 307 Siswa Lolos Seleksi Perdana

“Kini, jumlahnya naik menjadi 330 siswa pada tahun 2026 atau setahun setelah sekolah-sekolah ini dipilih dan dibina sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi,” lanjut Kurnia.

SMA Unggul Garuda Transformasi ini merupakan satu kesatuan ekosistem dengan SMA Unggul Garuda Baru yang juga diselenggarakan Kemendiktisaintek. Bedanya, SMA Unggul Garuda Baru dibangun dan dikelola dari awal oleh pemerintah, sementara SMA Unggul Garuda Transformasi merupakan SMA/MA yang dipilih dan dibina demi mengoptimalkan potensi peserta didik menuju perguruan tinggi terbaik dunia.

Setiap SMA Unggul Garuda Transformasi mendapatkan pengayaan bagi peserta didik, guru, dan manajemen sekolah selama dua tahun. Selain itu, sekolah-sekolah ini juga berperan sebagai hub pendampingan dan penguatan kapasitas bagi puluhan SMA dan MA di wilayah sekitarnya.

Pada 2026, pemerintah pun kembali menetapkan 30 SMA Unggul Garuda Transformasi sehingga jumlahnya bertambah menjadi 42 sekolah. Pemerintah menargetkan jumlah sekolah yang mengikuti program ini mencapai 80 SMA atau MA pada 2029.

Baca Juga: Prabowo Tugaskan Kemendiktisaintek Bangun dan Kelola SMA Unggul Garuda

Kurnia menjelaskan program pengayaan yang didapatkan SMA Unggul Garuda Transformasi mencakup penguatan pembelajaran di bidang STEM, pelatihan internasional bagi guru dan konselor termasuk sertifikasi SAT dan IELTS, pendampingan riset kolaboratif, pelatihan penulisan recommendation letter, serta fasilitasi pendaftaran peserta didik ke perguruan tinggi terbaik dunia.

“Program Sekolah Unggul Garuda hadir untuk memastikan bahwa talenta terbaik bangsa dapat tumbuh tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi ataupun asal geografis,” kata Kurnia.

Pemerintah menegaskan program Sekolah Unggul Garuda merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul, kompetitif, dan siap memimpin bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

x|close