Ntvnews.id, Gorontalo - Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto pada Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo disambut antusias oleh para peserta dari berbagai daerah, termasuk dari Provinsi Papua Barat Daya.
Petrus Syatbele, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, mengaku sangat bangga dapat hadir dalam kegiatan nasional tersebut dan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.
"Kesan saya, kami rasa sangat bangga karena Pak Presiden bisa ketemu kami dari Papua," ujar Petrus, Rabu (24/6).
Baca Juga: Di PENAS XVII, Prabowo Tinjau Teknologi Pertanian Modern untuk Perkuat Swasembada Pangan
Baca Juga: Petani Papua Dukung Program Cetak Sawah Rakyat untuk Penuhi Kebutuhan Pangan, Jawab Perubahan Zaman
Menurut Petrus, PENAS XVII ini menjadi motivasi bagi masyarakat petani di wilayah timur Indonesia untuk terus berkembang dan belajar dari daerah lain.
"Kami merasa bangga karena adanya kegiatan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ini bisa menjadi motivasi bagi kami, khususnya di wilayah timur, provinsi paling terakhir di Indonesia. Provinsi Papua Barat Daya ingin juga ke sini untuk ikut kegiatan lomba, tetapi juga kami ikut mengambil bagian dalam agribisnis teknologi di gelaran kegiatan nasional ini," tuturnya.
Baca Juga: BULOG Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Pada Puncak PENAS XVII Tahun 2026
Baca Juga: BULOG Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Pada Puncak PENAS XVII Tahun 2026
Petrus menambahkan, keikutsertaan petani Papua Barat Daya dalam PENAS XVII bertujuan agar mereka dapat belajar dan memperoleh pengalaman baru sehingga mampu berkembang sejajar dengan petani dari daerah lain di Indonesia.
"Kami membawa para petani untuk mereka belajar supaya mereka juga bisa sama dengan saudara-saudara lain di Indonesia," imbuhnya.
Prabowo Subianto dalam Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 Juni 202 (NTVnews)