Mantan Istri Bongkar Kelakuan Taufik Hidayat: Tempramental saat Minta Hubungan Badan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Jun 2026, 11:41
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus penganiayaan yang menjerat Taufik Hidayat (30) terus memunculkan berbagai fakta baru. Setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR di Bandung, sejumlah kesaksian dari orang-orang terdekat mulai terungkap. Salah satunya datang dari mantan istrinya, Susi, yang membeberkan berbagai perilaku buruk Taufik selama mereka menjalin hubungan hingga berumah tangga.

Taufik sendiri ditangkap aparat kepolisian pada Selasa (24/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di kawasan Ciparay, Kabupaten Bandung. Setelah diamankan, ia menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari pengecekan identitas, pemeriksaan kesehatan hingga tes narkoba. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi Taufik sehat dan siap menjalani proses hukum.

Dalam pemeriksaan awal, Taufik mengaku melakukan penganiayaan terhadap korban YTR karena berada di bawah pengaruh minuman keras. Ia juga menyampaikan penyesalan atas perbuatannya setelah ditangkap polisi.

Meski demikian, dugaan kekerasan yang dialami korban disebut tidak hanya berupa penganiayaan fisik. Kakak ipar korban, Melanie, mengungkap adanya pengakuan korban terkait dugaan kekerasan seksual yang dialaminya selama menjalin hubungan dengan pelaku.

"Saya gak berani menanyakan, cuma kemarin kebetulan ada yang bertanya. Dia bilang 'iya, kalau saya nggak mau disiksa'," tutur Melanie.

Di tengah berkembangnya kasus tersebut, Susi muncul dan membagikan pengalamannya selama mengenal Taufik. Ia mengaku pertama kali mengenal pria tersebut pada 2015, saat dirinya baru lulus sekolah menengah atas.

Kala itu, Susi diajak tinggal bersama Taufik di sebuah rumah kos di kawasan Ujung Berung. Menurutnya, pada awal perkenalan tidak ada hal yang mencurigakan karena Taufik mampu menunjukkan sikap yang baik di hadapan keluarganya.

Baca Juga: Kementerian UMKM: Insentif Marketplace Hanya untuk Pelaku Usaha yang Terdaftar BPJS

"Orangtuaku percaya, soalnya dia omongannya baik," kata Susi.

Namun, kesan baik tersebut perlahan berubah setelah mereka tinggal bersama. Susi mengaku sering menerima perlakuan yang membuatnya tidak nyaman. Ia menyebut Taufik kerap memaksakan keinginannya untuk berhubungan layaknya suami istri dan menunjukkan kemarahan ketika keinginannya tidak dituruti.

"Kalau misalkan dia 'minta', suka marah-marah kalau nggak ini gitu. Suka banting helm sama sepatu," ujarnya.

Hubungan keduanya kemudian berlanjut ke jenjang pernikahan. Akan tetapi, rumah tangga yang mereka bangun tidak berlangsung lama. Pernikahan itu hanya bertahan selama dua minggu.

Menurut Susi, selama menjalani kehidupan rumah tangga, Taufik memiliki sifat yang sangat temperamental. Perselisihan kecil kerap berkembang menjadi pertengkaran besar karena pelaku disebut sering membesar-besarkan persoalan sepele. Selain itu, rasa cemburu yang berlebihan juga menjadi salah satu sumber masalah dalam hubungan mereka.

"Kalau masalah kecil tuh digede-degein, cemburuan banget," katanya.

Baca Juga: Tiga Mantan Pejabat Bea Cukai Mulai Sidang Awal Juli

Susi juga mengungkap kebiasaan lain yang dilakukan Taufik saat marah. Ia menyebut mantan suaminya itu kerap meminta kembali mahar dan cincin tunangan yang sebelumnya telah diberikan.

"Jadi kalau misalkan marah, 'sini mas kawin'. Sering kayak gitu. Jadi cincin tunangan sama mas kawin dibawa semua. Pas nikah dikasih emas 10 gram," tutur Susi.

Situasi yang terus berlangsung membuat Susi merasa tidak sanggup bertahan. Saat sedang mengandung, ia bahkan memohon agar dipulangkan ke rumah orang tuanya.

"Terus pas hamil mohon-mohon, pulangin ke rumah," ucapnya.

Tidak hanya itu, Susi mengaku ruang geraknya juga dibatasi selama hidup bersama Taufik. Ia mengatakan dirinya tidak diperbolehkan keluar rumah ataupun melakukan aktivitas secara bebas.

"Jadi gak usah keluar, gak boleh ke mana-mana," katanya.

Dari pernikahan tersebut, Susi dan Taufik memiliki seorang anak yang kini berusia sekitar 10 tahun. Namun, menurut pengakuan Susi, Taufik tidak pernah menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah.

Ia menyebut mantan suaminya tidak pernah memberikan nafkah kepada anak mereka sejak lahir. Bahkan selama satu dekade terakhir, Taufik disebut hanya dua kali datang untuk menjenguk anaknya.

"Gak pernah nengok, emang pernah ada sekali, dalam waktu 10 tahun cuma ditengok 2 kali. Tidak membiayai," tandas Susi.

x|close