Ntvnews.id, Jakarta - Pelatih TNI menerapkan sanksi fisik bagi peserta latihan dasar militer saat melanggar aturan selama pendidikan. Salah satu pelanggaran yang sering terjadi adalah keterlambatan saat apel pagi.
Letkol (Mar) Agus Mutaqin selaku Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak menjelaskan bentuk sanksi yang diberikan kepada peserta.
"Contoh saat apel pagi, mereka terlambat mungkin karena ketiduran dan sebagainya, kita berikan hukuman push up 10 atau 15 kali," kata Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin saat ditemui awak media di markas Marinir, Cilandak, Jakarta Timur, Kamis, 25 Juni 2026.
Ia menjelaskan, hukuman fisik diberikan untuk membentuk disiplin dan kepatuhan peserta terhadap aturan selama pendidikan. Tujuannya agar peserta terbiasa hidup tertib dalam kegiatan sehari-hari.
Baca Juga: DPR Minta Latsarmil SPPI Dievaluasi Usai 2 Peserta Meninggal Dunia
Selain keterlambatan apel, pelanggaran juga terjadi ketika peserta tidak mengikuti kegiatan makan bersama.
Agus menilai kegiatan makan bersama penting untuk menjaga kondisi fisik selama pelatihan berlangsung.
"Kita juga lakukan hukuman secara kolektif, contohnya tidak makan. Karena makan adalah untuk meningkatkan kemampuan kita, kalau tidak makan atau tidak bersama-sama yang lain, kita kasih hukuman supaya besok tidak mengulang lagi," kata dia.
Ia menegaskan, sanksi yang diberikan tidak disamakan dengan standar prajurit aktif, tetapi disesuaikan dengan kemampuan fisik peserta.
Baca Juga: TNI AD Klarifikasi Video Viral Ajudan Perwira Tinggi di Mandiri Jogja Marathon 2026
Selain sanksi, pelatih juga memberikan penghargaan kepada peserta yang menunjukkan prestasi selama pendidikan. Cara ini dilakukan untuk menjaga motivasi dan semangat peserta.
Hingga saat ini, rangkaian pendidikan latihan dasar militer masih berjalan dengan aman dan kondusif.
Agus berharap seluruh proses pendidikan dapat selesai dengan baik dan para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih.
(Sumber: Antara)
eserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Antara)