Peserta Latsarmil yang Punya Riwayat Penyakit Tidak Dilibatkan dalam Latihan Fisik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Jun 2026, 19:22
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berlatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026 Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berlatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Korps Marinir TNI Angkatan Laut memastikan peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang memiliki riwayat penyakit tertentu tidak akan mengikuti kegiatan fisik di lapangan.

Langkah tersebut diterapkan agar kondisi kesehatan peserta tetap terjaga selama menjalani pendidikan dan seluruh materi pembelajaran dapat diikuti dengan baik.

Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak, Letkol (Mar) Agus Mutaqin, menjelaskan bahwa peserta dengan riwayat penyakit kronis atau gangguan kesehatan berat dipisahkan dalam pengelompokan khusus.

"Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan," kata Agus saat ditemui wartawan di Markas Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis 25 Juni 2026.

Baca Juga: DPR Minta Latsarmil SPPI Dievaluasi Usai 2 Peserta Meninggal Dunia

Menurut Agus, data mengenai kondisi kesehatan peserta diperoleh dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan sebelum mereka mengikuti program Latsarmil.

Setelah riwayat kesehatan masing-masing peserta dipetakan, instruktur akan mengarahkan peserta yang memiliki kondisi kesehatan tertentu untuk lebih banyak mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas.

Sementara itu, peserta lain tetap menjalani berbagai aktivitas lapangan, mulai dari apel pagi hingga latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Tak hanya itu, para peserta juga dijadwalkan mengikuti latihan menembak menggunakan senjata yang telah dipersiapkan oleh personel Korps Marinir.

"Termasuk nanti di minggu ketiga kita akan melatih menembak perorangan di lapangan yang sudah kita siapkan. Jadi mereka punya dasar-dasar militer yang sekiranya bisa buat bekal dalam menuju penugasan berikutnya," ujar Agus.

Ia menambahkan, hingga saat ini seluruh rangkaian pendidikan berlangsung aman dan kondusif.

Baca Juga: Kemhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh Latsarmil Setelah 2 Peserta SPPI Meninggal Dunia

Agus berharap proses pelatihan dapat berjalan lancar hingga selesai sehingga seluruh peserta memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang nantinya berguna saat mengelola Koperasi Desa Merah Putih.

Sebanyak 674 peserta Latsarmil dari program SPPI saat ini menjalani pendidikan selama satu setengah bulan di Markas Pasmar I Cilandak, Jakarta. Mereka dibagi ke dalam empat kompi selama mengikuti pelatihan.

Selama berada di lingkungan Korps Marinir, para peserta menerima berbagai materi dasar kemiliteran yang dirancang untuk membentuk karakter disiplin serta memperkuat semangat nasionalisme dalam menjalankan tugas di masa mendatang.

( Sumber: Antara)

x|close