3 Calon Manager KDMP Meninggal, Dudung KSP Sebut Belum Ditemukan Kelalaian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jun 2026, 20:02
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis, 25 Juni 20 Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis, 25 Juni 20 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menyatakan hingga saat ini belum ditemukan indikasi kelalaian dalam kasus meninggalnya tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Meski demikian, pelaksanaan latsarmil bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tetap menjadi bahan evaluasi menyusul insiden tersebut.

"Ada latihan militer yang memang sedang dievaluasi dan mendapat informasi dari Sesneg belum ada tingkat kelalaiannya. Karena memang ya namanya meninggal mungkin kan tidak serta-merta latihan militer," kata Dudung dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut Dudung, kemungkinan adanya faktor kesehatan yang telah dimiliki para peserta sebelum mengikuti pelatihan juga perlu diperhatikan. Ia menilai materi latsarmil dalam program SPPI tidak tergolong latihan dengan tingkat intensitas yang berat.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman ketika memberikan keterangan di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. <b>(Antara)</b> Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman ketika memberikan keterangan di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Antara)

Baca Juga: KSP Dudung Ungkap Arahan Prabowo soal Kasus Penyekapan di Bandung: Proses Sesuai Hukum

Kendati demikian, evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur yang berlaku dan mengutamakan keselamatan peserta.

Dudung juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya tiga peserta tersebut. Ia berharap seluruh program pelatihan serupa ke depan semakin memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Mudah-mudahan ke depannya apapun pelatihan ini harus sesuai dengan prosedur. Faktor keselamatan yang harus diutamakan sehingga tidak menimbulkan korban," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengonfirmasi dua peserta Program SPPI untuk KDMP dan KNMP meninggal dunia saat menjalani latsarmil. Keduanya adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berlatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakart <b>(Antara)</b> Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berlatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakart (Antara)

Baca Juga: Dudung Dorong Penanganan Tegas Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati di Pati

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan Anisa yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, meninggal akibat serangan panas atau heat stroke.

Sementara itu, Yonanda yang menjalani pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi fisik pada 15 Juni 2026. Setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, ia dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

Kemhan kemudian melaporkan satu peserta lainnya, Novia Rahmadhani Sihotang, juga meninggal dunia. Novia merupakan peserta Program SPPI KNMP 2026 yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.

Menurut Rico, Novia mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti latsarmil pada 22 Juni 2026 dan segera dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis. Namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026.

(Sumber: Antara)

 
 
 
x|close