Istana Jelaskan Pernyataan Prabowo soal 4 Kali Kalah Pilpres dan Tidak Mengganggu Pemegang Mandat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jun 2026, 04:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo di acara Sarasehan Kebangsaan Presiden Prabowo di acara Sarasehan Kebangsaan (Youtube Sekretariat Presiden)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan maksud pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden sebanyak empat kali tanpa mengganggu pemerintahan yang memperoleh mandat dari rakyat.

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo ingin menegaskan bahwa pemilihan umum merupakan bagian dari konsensus nasional yang harus dihormati bersama.

"Oh tidak, tidak. Jadi konteksnya yang ingin beliau sampaikan bahwa perhelatan pemilu lima tahunan itu adalah konsensus kita bersama-sama," kata Pras kepada wartawan usai menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Prasetyo menjelaskan bahwa hasil pemilihan umum yang dilaksanakan setiap lima tahun merupakan keputusan yang lahir dari kesepakatan bersama. Karena itu, menurutnya, Prabowo selalu menerima hasil pilihan rakyat dan tidak pernah mengganggu pemerintahan yang telah mendapatkan mandat.

"Ya, ketika itu sebuah hal yang kita sepakati sebagai konsensus bersama-sama, nah itulah jalan yang beliau tempuh selama ini. Makanya, kalau diperhatikan, beliau selepas pensiun, atau selesai mengabdikan diri di dunia kemiliteran, belum jadi pengusaha, kemudian karena beliau mengerti memang konsensusnya seperti itu," ujarnya.

Baca Juga: Bakom Ungkap Visi Prabowo: Anak Indonesia Harus Cerdas dan Sehat di 2045

Prasetyo kemudian mengungkapkan perjalanan politik Prabowo dalam upayanya memperoleh mandat rakyat melalui mekanisme konstitusional. Upaya tersebut, kata dia, telah ditempuh sejak tahun 2004 hingga akhirnya Prabowo terpilih sebagai Presiden pada Pemilu 2024.

"Tahun 2004 beliau berjuang melalui Partai Golkar, kemudian tahun 2008 beliau mendirikan partai, mengikuti semua mekanisme dan konsensus yang memang sudah disepakati, mendirikan partai politik, maju, menawarkan diri kepada masyarakat untuk meminta mandat dari masyarakat," ujarnya.

"Kemudian pertama belum berhasil, meminta mandat lagi belum berhasil, sampai 4 kali tahun 2024, beliau diberi amanah oleh rakyat yang bisa melalui mekanisme pemilihan dan konstitusional," lanjut Pras.

Menurut Prasetyo, setelah berhasil memperoleh mandat rakyat, Presiden Prabowo berupaya membalas seluruh perjuangan politik yang telah dilaluinya dengan bekerja maksimal demi kepentingan masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto di acara sarasehan kebangsaan <b>(Youtube Sekretariat Presiden)</b> Presiden Prabowo Subianto di acara sarasehan kebangsaan (Youtube Sekretariat Presiden)

"Oleh karena itulah selama dua tahun ini beliau bekerja keras membayar perjuangan yang selama ini belum digunakan karena belum mandat untuk diberikan yang lebih baik kepada masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, dalam pidatonya saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026, Presiden Prabowo kembali mengenang perjalanan politiknya yang diwarnai empat kali kekalahan dalam pemilihan presiden. Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah mengganggu pemerintahan yang memperoleh mandat rakyat.

"Saya selalu berusaha dengan persuasi, saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis, saya maju ke rakyat lima kali minta mandat, empat kali tidak diberi mandat, empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," kata Prabowo.

x|close