Ntvnews.id, Banda Aceh - KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mengungkapkan bahwa keputusannya mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar mendatang berawal dari amanah yang diberikan sesepuh NU, KH Nurul Huda Djazuli, bersama sejumlah tokoh besar Nahdlatul Ulama lainnya.
"Latar belakang kami berikhtiar untuk mengabdi di PBNU pada Muktamar akan datang, yang paling utama atas perintah KH Nurul Huda Djazuli," kata Gus Salam di Banda Aceh, Minggu, 28 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Gus Salam bersilaturahmi dengan jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh serta pengurus cabang NU se-Aceh di sela Musyawarah Kerja Wilayah NU Aceh yang berlangsung di Banda Aceh.
Sebagai informasi, Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 telah menetapkan Muktamar ke-35 NU akan digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026 hingga Rabu, 5 Agustus 2026. Meski demikian, lokasi pelaksanaan muktamar masih belum diputuskan.
Baca Juga: PBNU Tetapkan Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026
Menurut Gus Salam, KH Nurul Huda Djazuli menginginkan kepengurusan PBNU tetap menjaga persatuan, kekompakan, dan kerukunan karena organisasi tersebut menjadi wadah para ulama yang selama ini menjadi panutan masyarakat.
"Beliau sangat sedih (KH Nurul Huda Djazuli), dan prihatin melihat adanya konflik terbuka di pengurus PBNU," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam sebuah pertemuan di Malang beberapa waktu lalu, KH Nurul Huda Djazuli secara langsung memintanya untuk berikhtiar menjadi pemimpin Nahdlatul Ulama pada Muktamar mendatang.
"Kamu sebagai santri. Kamu juga mengabdi di NU sekarang. Harus ikhtiar menjadi pemimpin di Muktamar yang akan datang," ujarnya mengulangi ucapan ulama yang akrab disapa Kiai Da itu.
Lebih lanjut, Gus Salam mengatakan bahwa Kiai Da memberikan dua amanah utama kepadanya. Pertama, mewujudkan PBNU yang lebih rukun, solid, dan bersatu melalui rekonsiliasi menyeluruh. Kedua, memastikan tata kelola organisasi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pesantren yang menjadi identitas utama NU.
Baca Juga: PBNU Perkuat Persiapan Muktamar ke-34, Target Digelar Pertengahan Tahun 2026
"Dua pesan utama itu yang beliau sampaikan kepada kami. Dan itu tidak hanya sekali," katanya.
Setelah menerima amanah tersebut, Gus Salam mengaku sempat merenungkan apakah dirinya layak maju sebagai calon pemimpin PBNU. Bahkan, ia sempat meminta kepastian kembali kepada pendamping Kiai Da karena merasa belum pantas mengemban tugas tersebut.
"Saya sendiri mengatakan saya tidak pantas, maka saya kemudian meminta kepastian lagi kepada pendamping beliau (Kiai Da). Apakah benar ini meminta saya untuk ikhtiar di muktamar ini. Apakah tidak salah? Dan ternyata memang itu dari beliau," katanya.
Sebagai seorang santri yang dididik untuk taat kepada guru, ia pun berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.
"Maka kemudian yang pertama untuk menuju kebersamaan, kekompakan, kami kemudian melakukan sowan (berkunjung) kepada semua stakeholder yang ada di Nahdlatul Ulama, baik kepada sesepuh maupun pengurus. Karena sudah mendapatkan restu, kita akan lakukan rekonsiliasi total," tegas Gus Salam.
Sementara itu, Sekretaris PWNU Aceh, Tgk Asnawi M Amin, menegaskan hingga kini pihaknya belum menentukan dukungan kepada kandidat tertentu dalam pemilihan Ketua Umum PBNU. Saat ini, PWNU Aceh masih mendengarkan pemaparan visi, misi, dan program dari para bakal calon.
Ia menyebutkan, Gus Salam merupakan kandidat pertama yang bersilaturahmi dengan jajaran pengurus NU se-Aceh. Namun, kesempatan yang sama tetap terbuka bagi kandidat lain yang ingin bertemu dengan pengurus PWNU maupun pengurus cabang di Aceh.
"Para kandidat yang ingin bertemu seluruh cabang kita tidak keberatan, dan memberikan kesempatan kepada semua calon. Bisa jadi nanti yang lain, semua kita terima," katanya.
PWNU Aceh juga mengajak seluruh pengurus cabang untuk bermusyawarah agar nantinya dapat menentukan sikap bersama mengenai dukungan kepada calon Ketua Umum PBNU. Sebelum mengambil keputusan, mereka ingin terlebih dahulu mendengarkan gagasan dan program yang ditawarkan setiap kandidat.
"Gus Salam yang pertama, kita berharap kandidat lainnya juga datang bertemu silaturahmi dan berinteraksi langsung dengan pengurus NU se Aceh," demikian Tgk Asnawi M Amin
(Sumber: Antara)
Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam bersilaturrahmi dengan pengurus PWNU Aceh dan Cabang se Aceh di sela-sela kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah NU Aceh, di Banda Aceh, Minggu. (Antara)