Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan sektor transportasi darat masih menjadi penyumbang terbesar emisi karbon di Indonesia. Karena itu, percepatan penggunaan kendaraan listrik dinilai menjadi langkah penting untuk mendukung target pengurangan emisi nasional.
Dalam acara Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, AHY menjelaskan bahwa sektor transportasi menyumbang sekitar 22 persen emisi dari sektor energi. Dari jumlah tersebut, sekitar 89 persen berasal dari transportasi darat, termasuk kendaraan roda dua dan roda empat.
"Transportasi darat menjadi yang paling dominan. Karena itu semangat dekarbonisasi dan pengurangan emisi karbon harus terus didorong," kata AHY, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut dia, transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada upaya menekan polusi udara, tetapi juga mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil yang rentan terdampak gejolak global.
AHY menyinggung konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pasokan dan harga energi dunia. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi alasan tambahan bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan transportasi berbasis energi bersih.
Baca Juga: Pramono Minta Kasus Penyekapan Tiga Pemuda di Senen Dintindak Tegas
Selain mengurangi emisi, elektrifikasi kendaraan juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi biaya transportasi dalam jangka panjang, memperkuat industri nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tengah tren transisi energi global.
Dalam kesempatan yang sama, AHY mengapresiasi langkah Grab yang terus memperluas penggunaan kendaraan listrik dalam ekosistem layanannya. Ia menyebut jumlah kendaraan listrik yang beroperasi di platform Grab menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam acara tersebut, Grab menargetkan jumlah kendaraan listrik yang beroperasi di platformnya mencapai 42 ribu unit pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan sekitar 14 ribu unit pada tahun lalu dan sekitar 28 ribu unit per Juni 2026.
AHY menilai target tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat transisi energi dan membangun sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.
"Ini komitmen nyata menuju mobilitas masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujarnya.
Pemerintah sendiri saat ini terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai insentif fiskal, pembangunan infrastruktur pengisian daya, hingga penguatan industri baterai dalam negeri sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.
AHY dan CEO Grab Neneng Goenadi (NTVNews: Dedi)