Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkap kronologi meninggalnya seorang bocah berusia tiga tahun yang terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban menemani ibunya berjualan pada larut malam.
Menurut Pramono, korban saat itu ikut sang ibu yang berjualan teh di kawasan Manggarai. Menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.50 WIB, bocah tersebut bermain hingga memasuki area proyek yang sebenarnya telah ditutup untuk umum.
"Anak yang umurnya 3 tahun. Kebetulan anak ini ikut menemani ibunya jualan teh di Manggarai. Jamnya itu sudah hampir jam 12 malam, jam 11.50-an lah begitu. Dan anak ini kemudian main ke ruang yang sebenarnya tertutup dan di ruang tertutup itu ada lubang, lubang untuk pengecoran di tempat itu. Memang itu adalah proyeknya yang diinisiasi oleh pemerintah DKI Jakarta untuk pertamanan," ucap Pramono di Jakarta Barat, Senin, 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan proyek tersebut merupakan pembangunan fasilitas taman yang dikelola melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Tanpa disadari, korban masuk ke area berbahaya hingga akhirnya terjatuh ke dalam lubang proyek.
Pemadam Kebakaran melakukan evakuasi seorang bocah inisial I (4) yang terjebak empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet (Antara)
Korban sempat dievakuasi oleh petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Namun, setelah proses penyelamatan dilakukan, nyawa bocah tersebut tidak berhasil diselamatkan.
Pramono menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut. Ia memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung memberikan pendampingan kepada keluarga korban sejak malam kejadian.
"Pemerintah DKI Jakarta merasa berduka dan kehilangan. Dan sekaligus saya pada waktu malam itu juga sudah memerintahkan untuk memberikan support sepenuhnya kepada keluarga termasuk macam-macamnya, sudah ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak keluarga dipersilakan menempuh jalur hukum apabila menghendaki proses lebih lanjut.
"Dan kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan atau yang apa, anak kecil umur 3 tahun tengah malam masuk ke ruang gelap gulita kemudian jatuh ke dalam. Itu kejadian yang sebenarnya," ungkapnya.
Pramono menambahkan, sejak awal kejadian dirinya telah menginstruksikan camat, lurah, serta seluruh jajaran pemerintah wilayah untuk terus mendampingi keluarga korban hingga proses pemakaman selesai.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)