Ntvnews.id, Jakarta - Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Belarus menunjukkan perkembangan yang semakin positif. Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama perdagangan dan investasi melalui penyelenggaraan Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching yang digelar di Jakarta pada Selasa, 30 Juni 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi sarana strategis untuk mempererat hubungan antarpelaku usaha dari kedua negara sekaligus mengubah hubungan bilateral yang telah terjalin baik menjadi kerja sama ekonomi yang lebih konkret.
Menurut Airlangga, nilai perdagangan antara Indonesia dan Belarus pada tahun 2025 tercatat mencapai sekitar USD221,3 juta, atau mengalami kenaikan sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan hubungan ekonomi kedua negara yang terus berkembang dengan karakteristik perdagangan yang saling melengkapi.
"Forum bisnis ini menjadi wadah penting untuk memperluas jejaring pelaku usaha sekaligus mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, dikutip dari laman Kemenko Perekonomian, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ekspor berbagai komoditas unggulan ke Belarus, seperti produk elektronik, hasil perikanan, karet, kakao, serta berbagai produk turunan minyak sawit.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich menyampaikan bahwa hubungan bilateral kedua negara terus mengalami penguatan sejak pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko. Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Lukashenko telah menandatangani undang-undang ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Selain itu, pemerintah Belarus mendukung pembentukan Indonesia–Belarus Business Council sebagai wadah yang diharapkan dapat memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antara kalangan pelaku usaha kedua negara.
Penerapan I-EAEU FTA diyakini akan semakin memperluas akses produk Indonesia ke pasar Eurasian Economic Union (EAEU), yang memiliki populasi sekitar 180 juta jiwa dengan nilai produk domestik bruto (PDB) mencapai USD2,56 triliun.
Pemerintah Indonesia juga menyambut positif rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia pada 1–2 Juli 2026. Kunjungan tersebut diharapkan menghasilkan berbagai kesepakatan strategis yang dapat semakin memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara.
Melalui forum bisnis tersebut, Indonesia dan Belarus kembali menegaskan komitmen bersama untuk mempererat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor perdagangan, investasi, industri, dan pembangunan berkelanjutan.
Menko Airlangga: Pemerintah pastikan bunga KUR tetap 6 persen (Antara)