Ntvnews.id, Moskow - Aparat penegak hukum Monako tengah menyelidiki kasus percobaan pembunuhan terhadap konglomerat Ukraina Vadim Yermolayev yang terjadi di Monako, dengan tersangka utama disebut seorang perempuan Ukraina berusia 30 tahun yang tinggal di Jerman.
Media Prancis France Info melaporkan informasi tersebut pada Kamis dengan mengutip sumber terkait, Jumat, 3 Juli 2026.
Di hari yang sama, Kejaksaan Monako juga mengonfirmasi bahwa surat perintah penangkapan telah dikeluarkan terhadap tersangka.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan setelah ledakan terjadi, tersangka sempat melarikan diri ke wilayah Prancis sebelum berpindah ke Italia bersama sejumlah orang lain yang diduga terlibat.
Baca Juga: Serangan Rudal dan Drone Rusia Terbaru di Ukraina Tewaskan 8 Orang
“Berdasarkan laporan penyelidikan, setelah ledakan terjadi, tersangka langsung menuju komune Beausoleil di Prancis, sebelum akhirnya melarikan diri ke Italia bersama para kaki tangannya,” demikian laporan yang dikutip.
Peristiwa ledakan itu terjadi pada Senin malam dan menyebabkan tiga orang terluka, termasuk seorang pria, seorang wanita, dan seorang anak.
Agensi komunikasi Silver Eye yang mewakili Yermolayev menyatakan bahwa pengusaha tersebut bersama putranya juga ikut menjadi korban dalam insiden tersebut.
Media Le Figaro melaporkan bahwa penyidik saat ini mempertimbangkan dugaan keterlibatan Dinas Keamanan Ukraina atau SBU sebagai salah satu kemungkinan utama.
Baca Juga: Zelensky Sindir Krisis BBM di Rusia, Sebut Putin Tak Peduli Rakyat Antre di SPBU
“Ledakan tersebut diduga kuat didalangi oleh SBU sebagai bentuk peringatan keras kepada Yermolayev,” demikian laporan tersebut.
Namun, Jaksa Agung Monako Stephane Thibault menegaskan bahwa penyelidikan awal belum menyimpulkan insiden itu sebagai aksi terorisme.
Ia menyebut proses investigasi masih terus berjalan untuk mengungkap motif di balik serangan tersebut.
(Sumber: Antara)
Arsip - Kapal-kapal mewah terlihat dalam Monaco Yacht Show. (Antara)