A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Wamen Isyana: Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Harapan dan Aspirasi Orang Muda - Ntvnews.id

Wamen Isyana: Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Harapan dan Aspirasi Orang Muda

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 12:21
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Wamendukbangga (Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka) Wamendukbangga (Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka) (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Jelang Hari Kependudukan Dunia (World Population Day) 2026, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) mempertegas komitmennya dalam menempatkan generasi muda sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Bekerjasama dengan United Nations Population Fund (UNFPA), perayaan tahun ini mengusung tema "Wujudkan Harapan dan Aspirasi Orang Muda Hari ini dan untuk Masa Depan."

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Isyana Bagoes Oka, dalam pidatonya menekankan bahwa paradigma pembangunan kependudukan harus bergeser. Generasi muda tidak lagi boleh dipandang sekadar sebagai objek atau penerima manfaat, melainkan sebagai mitra strategis.

“Tema tahun ini mengajak kita melihat generasi muda sebagai mitra utama dalam menentukan arah pembangunan. Mereka memiliki kreativitas dan potensi yang harus kita pupuk melalui kebijakan yang berpihak serta lingkungan yang memungkinkan mereka berkembang optimal,” ujar Isyana di kantornya, 8 Juli 2026.

Isyana menyoroti fenomena sosial yang tengah terjadi, di mana banyak anak muda mulai menunda atau mempertimbangkan kembali keputusan untuk berkeluarga. Menurutnya, hal ini bukan sekadar masalah preferensi pribadi, melainkan refleksi dari hambatan sistemik yang nyata.

“Kita melihat kecenderungan anak muda menunda kehidupan berkeluarga. Ini tidak sederhana. Di baliknya ada tantangan ketidakpastian ekonomi, akses pekerjaan layak, tingginya biaya pendidikan dan perumahan, hingga sulitnya menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan keluarga,” jelasnya.

Pemerintah tidak bermaksud mendikte pilihan hidup mereka. Sebaliknya, negara hadir untuk menciptakan ekosistem yang suportif. 

“Ketika orang muda mendapatkan pendidikan berkualitas, kesehatan inklusif, dan perlindungan sosial, mereka akan lebih siap merencanakan masa depan sesuai kesiapan mereka secara bermartabat.”

Pendekatan ini ditegaskan sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yang fokus pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, serta kesetaraan gender. 

Sebagai langkah konkret, pemerintah tengah menyusun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPPK). Dokumen strategis ini akan mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam perencanaan nasional dan daerah. 

“Pembangunan kependudukan bukan lagi tanggung jawab satu sektor. Melalui PJPPK, kita fokus pada peningkatan kualitas penduduk, bukan hanya kuantitas. Kita ingin mencetak SDM yang sehat, produktif, adaptif, dan mampu menghadapi perubahan global,” tambah Isyana.

Isyana juga menekankan pentingnya keterlibatan remaja secara bermakna dalam setiap aspek pembangunan. Ia mengajak seluruh remaja Indonesia untuk aktif dalam kegiatan positif dan menjadi inspirasi bagi lingkungannya.

Dalam hal ini, Wamendukbangga mengapresiasi kolaborasi dengan UNFPA Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi hingga dunia usaha. Sinergi ini diharapkan mampu menghapuskan hambatan struktural yang menghalangi potensi anak muda.

“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci agar setiap anak muda memiliki kesempatan setara untuk belajar, berinovasi, dan berkontribusi bagi bangsa. Mari kita pastikan setiap kebijakan pembangunan mampu menghidupkan harapan mereka, demi memperkuat keluarga sebagai fondasi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Isyana.

x|close