Militer Iran Ancam Targetkan Seluruh Pangkalan AS jika Kembali Diserang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 19:57
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Pesawat tempur lepas landang dari pangkalan Amerika Serikat Arsip foto - Pesawat tempur lepas landang dari pangkalan Amerika Serikat (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Militer Iran menegaskan kesiapannya untuk menyerang seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah apabila Washington kembali melancarkan serangan terhadap wilayah Iran.

Pada Rabu dini hari, 8 Juli 2026,Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan berskala besar ke Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan tindakan Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

“Konsekuensi dari pelanggaran gencatan senjata yang berulang (oleh Amerika Serikat) menjadi tanggung jawab Amerika Serikat yang kriminal. Seluruh pangkalan mereka akan menjadi sasaran yang sah untuk diserang menggunakan drone militer,” demikian pernyataan militer Iran yang dikutip kantor berita resmi IRNA.

Baca Juga: Angkatan Bersenjata Iran Tegaskan Akan Membalas Serangan AS di Wilayah Iran Selatan

Dalam pernyataan yang sama, militer Iran mengklaim telah menyerang sejumlah sasaran di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut telah menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait serta Pelabuhan Salman di Bahrain yang berada di bawah wilayah tanggung jawab Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat.

Di sisi lain, Axios melaporkan bahwa operasi militer AS tersebut menyasar berbagai fasilitas strategis Iran, termasuk sistem pertahanan udara, sistem pengawasan pesisir, instalasi rudal darat-ke-udara, lokasi peluncuran rudal jelajah anti-kapal dan pesawat nirawak, hingga fasilitas pelabuhan.

Seorang pejabat Amerika Serikat juga mengatakan kepada Axios bahwa intensitas serangan terbaru itu empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan serangan yang dilakukan 10 hari sebelumnya.

Baca Juga: Iran Ancam Serangan Balasan yang Menghancurkan usai Serangan AS

Sebelumnya, pada Selasa, media nasional Iran, IRIB, melaporkan kapal Qatar Al-Rekayyat berupaya melintasi Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan dukungan Angkatan Laut Amerika Serikat. Namun, kapal tersebut dilaporkan menjadi sasaran serangan setelah sejumlah peringatan disampaikan.

Sementara itu, PBS News melaporkan bahwa tiga kapal tanker baru-baru ini terkena proyektil saat berada di Selat Hormuz.

(Sumber: Antara)

x|close