Mendes Yandri Ajak Unida Gontor Berkolaborasi Percepat Pembangunan Desa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 21:16
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Universitas Darussalam (Unida) Gontor untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan desa, termasuk mempercepat penanganan sekitar 9.300 desa tertinggal dari total 75.266 desa di Indonesia.

Menurut Yandri, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Kontribusinya terhadap negara, kata dia, telah terbukti dan tidak diragukan.

"Komitmen pondok pesantren tidak perlu diragukan lagi, apalagi Gontor yang telah dikenal dalam dan luar negeri," kata Yandri saat peluncuran Desa Binaan Agrotourism dan Sekolah Wakaf Berkah Indonesia di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan desa sebagai salah satu prioritas melalui Asta Cita keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi serta mengentaskan kemiskinan.

Baca JugaKemendes Sebut Perangkat Desa Jadi Kunci Keberhasilan Program Prioritas Pemerintah

"Asta Cita ini kami turunkan jadi 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia," kata mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.

Yandri menjelaskan, 12 aksi tersebut mencakup penguatan BUMDesa, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, pengembangan ketahanan pangan lokal melalui desa tematik, hingga pengembangan desa wisata dan desa ekspor. Saat ini, menurutnya, desa-desa di Indonesia telah mampu mengekspor produk secara langsung ke 49 negara.

Berkaitan dengan program tersebut, Kemendes mengajak Yayasan Gontor maupun Unida Gontor untuk membina desa sesuai potensi yang dimiliki. Desa-desa tersebut nantinya dapat menjadi pemasok bahan baku bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun berorientasi ekspor.

"Saya mengajak para mahasiswa untuk tidak lagi berpikir mencari pekerjaan tapi menciptakan lapangan kerja buat rakyat yang banyak," kata mantan Ketua Komisi VIII DPR RI itu.

Baca JugaMendes Siapkan Pembaruan Jaga Desa untuk Perkuat Pengawasan dan Pengembangan Ekonomi Desa

Mengenai Koperasi Desa Merah Putih, Yandri mengatakan pemerintah saat ini tengah menyiapkan pembangunan gudang, gerai, serta operasional koperasi tersebut. Meski demikian, kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produk-produk desa tetap dapat dijalankan. Ia juga menegaskan tenaga kerja yang dilibatkan harus berasal dari masyarakat setempat.

Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih, BUMDesa, dan desa tematik diharapkan mampu menjadi instrumen pemerataan ekonomi di berbagai daerah.

"Untuk itu perlu kolaborasi, kami di Kemendes menggunakan Kolaborasi Octahelix yang melibatkan banyak termasuk kampus," katanya.

Yandri menjelaskan Kolaborasi Octahelix melibatkan delapan unsur, antara lain perguruan tinggi, media, organisasi masyarakat, dan dunia usaha agar pembangunan desa berjalan lebih optimal.

Ia optimistis keterlibatan pondok pesantren akan memperkuat pembangunan desa. Selain mendukung pengembangan ekonomi, kehadiran pesantren juga dinilai penting dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang mulai menjangkau wilayah pedesaan, seperti penyalahgunaan narkoba dan judi daring.

(Sumber: Antara)

x|close