BRIN: Bandar Antariksa Biak Jadi Simbol Kemandirian Ekosistem Antariksa Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 11:24
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam wawancara cegat di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam wawancara cegat di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria menyatakan pembangunan bandar antariksa di Kabupaten Biak Numfor, Papua, akan menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian sektor antariksa Indonesia. Infrastruktur tersebut tidak hanya difungsikan sebagai lokasi peluncuran satelit, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem antariksa nasional.

Menurut Arif, pembangunan bandar antariksa di Biak merupakan salah satu agenda strategis BRIN untuk memperkuat kedaulatan Indonesia di bidang antariksa.

"Bandar antariksa bukan hanya lokasi peluncuran, tetapi merupakan simbol utama ekosistem antariksa nasional yang akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam menyediakan layanan peluncuran satelit dari wilayah negara kesatuan Republik Indonesia," kata Arif Satria dalam kegiatan perayaan 50 tahun satelit Indonesia di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan fasilitas peluncuran satelit di dalam negeri akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap layanan peluncuran dari negara lain. Dengan demikian, pelaku industri satelit nasional dapat menekan biaya yang selama ini harus dikeluarkan untuk menggunakan jasa peluncuran di luar negeri.

Baca JugaBRIN: Indonesia Berpeluang Jadi Pemimpin Industri Antariksa Berkat Posisi Strategis

Efisiensi anggaran tersebut, lanjutnya, dapat dialihkan untuk mempercepat pengembangan inovasi satelit sehingga menghasilkan lebih banyak solusi teknologi antariksa yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain mendukung kemandirian nasional, bandar antariksa di Biak juga dinilai berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru. Indonesia dapat menawarkan layanan peluncuran satelit kepada negara-negara lain, terutama mitra yang memiliki hubungan erat dengan Indonesia.

"Harapan kita di masa depan, Indonesia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada penyediaan jasa peluncuran dari luar negeri, dan satelit-satelit nasional dapat diluncurkan dari bandar antariksa di tanah air sendiri. Sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi penyedia layanan peluncuran bagi negara-negara sahabat dan kawasan," kata Arif.

Arif menambahkan, kehadiran bandar antariksa juga diperkirakan akan mendorong berkembangnya berbagai sektor industri pendukung yang berkaitan dengan aktivitas keantariksaan.

Baca JugaBRIN Siap Luncurkan Satelit NEO 1 pada Januari 2027, TKDN Capai 65 Persen

"Pembangunan antariksa ini juga akan mendorong tumbuhnya berbagai industri pendukung. Mulai dari manufaktur, material maju, avionic (aviation electronic), telemetri, logistik,sistem kendali misi, hingga berbagai layanan ekonomi berbasis antariksa, yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia," tambahnya.

Mengenai perkembangan proyek tersebut, BRIN bersama Pemerintah Provinsi Papua telah menandatangani nota kesepahaman pada 13 Juni terkait perencanaan dan pembangunan bandar antariksa di Kabupaten Biak Numfor.

Arif mengatakan pemerintah daerah, tokoh adat, serta perwakilan masyarakat di Biak telah diajak berdiskusi mengenai rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, berbagai pihak memberikan respons positif karena memahami manfaat yang akan diperoleh masyarakat dari keberadaan bandar antariksa.

"Kami sudah mendiskusikan hal ini dengan pemerintah daerah, dengan perwakilan masyarakat yang ada di Biak. Kami juga sudah bicara dengan tokoh-tokoh adat. Alhamdulillah sebagian tokoh-tokoh adat itu juga sudah menandatangani persetujuan terkait dengan pembangunan bandar antariksa yang ada di Biak ini," ujar Arif.

(Sumber: Antara)

x|close