Iran Ancam Israel dengan Serangan Balasan jika Lancarkan Agresi Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jul 2026, 08:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Rudal Iran. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Rudal Iran. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, melontarkan peringatan keras kepada Israel agar tidak melancarkan serangan terhadap negaranya. Menurutnya, Israel akan menghadapi serangan balasan jika mengambil langkah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

"Seperti yang sudah kami umumkan, setiap serangan terhadap infrastruktur akan dibalas," ucap dia, dikutip dari AFP, Sabtu, 11 Juli 2026.

Zolghadr kemudian menegaskan, "Dan rezim Zionis kriminal yang bertanggung jawab atas kekejaman ini tak akan aman dari tanggapan pejuang kami."

Peringatan tersebut muncul setelah hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara telah berakhir pada Rabu.

Tak lama berselang, Trump mengumumkan kesiapan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu malam. Militer AS kemudian mengeksekusi perintah tersebut dengan menyerang ratusan target di wilayah Iran, termasuk sejumlah infrastruktur sipil seperti jembatan kereta api, meskipun sebelumnya kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata.

Baca Juga: Uji Coba Rudal China di Pasifik Selatan Picu Kekhawatiran Negara-Negara Kawasan

Serangan terhadap fasilitas dan infrastruktur sipil dinilai dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di beberapa negara Arab.

Hingga kini, aksi saling serang dilaporkan telah dihentikan sementara, sementara perundingan mengenai nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak masih terus berlangsung.

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sendiri telah meningkat sejak Februari lalu ketika Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan ke Iran. Dalam operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta keluarganya dilaporkan tewas.

x|close