Ntvnews.id, Madrid - Kebakaran hutan berskala besar melanda wilayah selatan Spanyol dan menewaskan sedikitnya 12 orang. Hingga kini, sebanyak 23 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Dilansir dari Reuters, Sabtu, 11 Juli 2026, Kepala Bidang Kedaruratan Andalusia Antonio Sanz mengatakan sebagian besar korban merupakan warga negara asing. Kawasan yang terdampak diketahui merupakan salah satu destinasi wisata populer di Spanyol sekaligus menjadi tempat tinggal banyak warga asing, terutama yang berasal dari Prancis, Inggris, dan Belgia.
Sanz mengungkapkan empat warga negara Inggris ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan mereka. Sementara delapan korban lainnya diduga tewas setelah keluar dari mobil dan berupaya menyelamatkan diri melalui jalur evakuasi yang keliru.
"Api menjalar bagaikan bubuk mesiu," kata Juan Manuel Moreno, pemimpin wilayah Andalusia.
Moreno menjelaskan, hingga saat ini kobaran api telah menghanguskan sekitar 3.200 hektare lahan. Kondisi diperkirakan masih akan memburuk karena angin kencang diprediksi bertiup lebih kuat pada hari ini.
Sebagian dari orang-orang yang masih hilang diduga merupakan para pendaki yang terjebak di dalam kawasan hutan saat kebakaran terjadi. Tim penyelamat juga menemukan sejumlah tongkat pendakian di lokasi pencarian.
Baca Juga: Risiko Kebakaran Hutan di Eropa Meningkat, Hal Ini Jadi Biang Keroknya
Gelombang panas yang melanda Spanyol sejak awal musim panas membuat sebagian besar wilayah menjadi sangat kering dan rentan terbakar. Kondisi tersebut memicu datangnya musim kebakaran hutan lebih cepat dari biasanya.
Hingga pertengahan tahun ini, sekitar 57 ribu hektare lahan di berbagai wilayah Eropa dilaporkan telah terbakar akibat gelombang panas.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez sebelumnya mengakui upaya pencegahan kebakaran hutan masih belum memadai. Ia juga menyoroti lemahnya pengelolaan kawasan hutan sebagai salah satu faktor yang memperburuk situasi.
Berdasarkan dugaan awal, kebakaran maut tersebut dipicu kabel listrik yang putus dan jatuh ke parit di tepi jalan. Api kemudian menyebar sangat cepat hingga mencapai kecepatan sekitar 15 kilometer hanya dalam waktu dua jam.
Ilustrasi - Sejumlah petugas BPBD Sumedang saat berusaha memadamkan api peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Tomo, Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu, 28 Juni 2026. (Antara)