Ntvnews.id, Washington D.C - Israel dilaporkan menyerahkan informasi intelijen terbaru kepada Amerika Serikat (AS) yang disebut menunjukkan adanya dugaan rencana Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump.
Laporan tersebut diungkap The Wall Street Journal dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Berdasarkan laporan itu, informasi intelijen yang dibagikan Israel dinilai berpotensi memperburuk ketegangan antara Washington dan Teheran. Pasalnya, Iran selama bertahun-tahun menyatakan keinginannya untuk membalas kematian Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat pada 3 Januari 2020.
Dikutip dari Anadolu, Sabtu, 11 Juli 2026, Kedutaan Besar Israel di Washington memilih tidak memberikan tanggapan atas laporan tersebut. Sementara itu, Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga belum merespons permintaan komentar terkait informasi tersebut.
Pihak Gedung Putih kemudian merujuk pada pernyataan Trump saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, sehari sebelumnya.
Baca Juga: Bandara Palm Beach Berganti Nama Jadi Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump
"Mereka ingin menyingkirkan pemimpin Amerika Serikat, yaitu saya. Nama saya ada di setiap daftar mereka. Sejauh ini saya mungkin masih beruntung, tetapi itu mungkin tidak akan berlangsung lama," kata Trump.
Di tengah memanasnya hubungan dengan Iran, Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga dilaporkan melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon pada Kamis. Dalam percakapan itu, keduanya sepakat untuk terus memperkuat koordinasi antara Amerika Serikat dan Israel.
Laporan tersebut muncul ketika Iran dan Amerika Serikat kembali saling melancarkan serangan dalam dua hari terakhir setelah eskalasi konflik dipicu serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz. Pada Kamis, Teheran turut menggempur sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania sebagai respons atas serangan Washington ke wilayah Iran.
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)