AS Lancarkan Gelombang Ketiga Serangan ke Iran Usai Insiden Kapal di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jul 2026, 15:39
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Amerika Serikat mengumumkan bahwa kapal serbu amfibi USS Tripoli, yang mengangkut 3.500 personel militer AS, telah tiba di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (US Central Command) di Timur Tengah pada Maret 2026. Ilustrasi - Amerika Serikat mengumumkan bahwa kapal serbu amfibi USS Tripoli, yang mengangkut 3.500 personel militer AS, telah tiba di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (US Central Command) di Timur Tengah pada Maret 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan gelombang ketiga serangan terhadap Iran dalam sepekan pada Sabtu, 11 Juli 2026 waktu setempat. Operasi itu dilakukan setelah pasukan Iran menyerang sebuah kapal niaga di Selat Hormuz dan mengumumkan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi militer dimulai pada pukul 19.15 waktu setempat atau 18.15 WIB atas perintah Presiden Donald Trump selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata. Pengumuman itu disampaikan melalui akun resmi CENTCOM di media sosial X.

Menurut CENTCOM, serangan dilancarkan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal kargo M/V GFS Galaxy. Insiden tersebut menyebabkan satu awak sipil dilaporkan hilang.

Kapal kargo itu juga mengalami kerusakan berat pada ruang mesin serta kebakaran di atas kapal sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Baca JugaSerangan Iran Tak Surut, Ribuan Rudal dan Drone Terus Hantam Kawasan Teluk

Mengutip Axios, seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan rudal yang ditembakkan IRGC menghantam kapal saat melintasi Selat Hormuz hingga mengakibatkan kerusakan.

Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah pemerintahan Trump meminta Iran memberikan jaminan terbuka terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Jaminan itu disebut Washington sebagai salah satu syarat utama untuk menghentikan eskalasi konflik dengan Teheran.

Di sisi lain, insiden tersebut juga berlangsung setelah perundingan di Muscat, Oman, yang dihadiri Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, serta sejumlah pejabat Qatar. Pertemuan itu digelar untuk mencari solusi atas kebuntuan hubungan kedua negara.

Baca JugaTerungkap Serangan Iran Porak-porandakan Sejumlah Pangkalan AS di Timur Tengah

Sementara itu, IRGC menyatakan telah memberikan peringatan kepada sejumlah kapal agar tidak melintasi jalur yang disebut tidak sah di Selat Hormuz.

IRGC mengaku melepaskan "tembakan peringatan" setelah sebuah kapal kargo tidak mengubah haluan.

"Setelah insiden ini, Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan hingga intervensi Amerika di kawasan ini berakhir. Tidak ada kapal yang diizinkan melintas," demikian pernyataan IRGC.

Seorang diplomat yang mengetahui proses perundingan mengungkapkan Oman mengusulkan pembukaan kembali kedua jalur pelayaran di Selat Hormuz, termasuk akses penuh ke jalur selatan melalui perairan Oman sesuai aturan sebelum perang.

Namun, delegasi Iran disebut belum menyetujui usulan tersebut dan memilih kembali ke Teheran untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.

Pejabat Amerika Serikat menyebut kapal kargo yang menjadi sasaran serangan IRGC saat itu tengah melintasi jalur selatan yang diusulkan Oman untuk kembali dibuka.

CENTCOM menyatakan Iran kembali diberikan kesempatan untuk menunjukkan kepatuhan terhadap nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya.

Meski demikian, menurut militer Amerika Serikat, Iran kembali gagal memenuhi komitmen tersebut.

"Sebagai tanggapan, Amerika Serikat mengenakan konsekuensi yang berat dengan terus melemahkan kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal niaga yang melintasi selat secara bebas," kata CENTCOM.

(Sumber: Antara)

x|close