Usai Ancaman Bom, Aktivitas Belajar di SDN Srengseng Sawah 15 Kembali Normal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 17:54
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Personil Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga saat proses penyisiran usai adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarpercakapa, 13 Juli 2026. Penyisiran dan penjagaan tersebut dilakukan usai adanya ancaman dugaan teror bom yang diterima pihak sekolah melalui aplikasi percakapan. Personil Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga saat proses penyisiran usai adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarpercakapa, 13 Juli 2026. Penyisiran dan penjagaan tersebut dilakukan usai adanya ancaman dugaan teror bom yang diterima pihak sekolah melalui aplikasi percakapan. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipastikan kembali berlangsung normal mulai Selasa, 14 Juli 2026, setelah aparat kepolisian menyatakan lingkungan sekolah aman usai menindaklanjuti dugaan ancaman bom.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso, mengatakan bahwa seluruh kegiatan sekolah, termasuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), akan kembali dilaksanakan seperti biasa karena situasi telah dipastikan kondusif.

"Perbedaannya adalah untuk kegiatan besok, kami telah bersinergi dengan pihak kepolisian. Kami juga akan melibatkan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Pemprov DKI Jakarta," katanya di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin, 13 Juli 2026.

Menurut Santoso, tidak ada agenda khusus yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran pada Selasa. Seluruh kegiatan akan mengikuti jadwal yang sebelumnya telah disusun oleh pihak sekolah.

Baca Juga: Polisi Pastikan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Aman Usai Ancaman Teror Bom

Ia juga menegaskan bahwa hingga kini tidak ditemukan indikasi trauma, baik pada peserta didik maupun para guru. Kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil komunikasi yang menunjukkan mereka masih dapat berinteraksi dan menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya.

"Tentu hal ini akan menjadi bahan evaluasi bersama. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi di DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Selatan," ucapnya.

Sebelumnya, aparat kepolisian melakukan penyelidikan terkait dugaan ancaman bom yang terjadi di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama pelaksanaan MPLS, Senin, 13 Juli 2026.

Laporan mengenai ancaman tersebut diterima polisi sekitar pukul 07.30 WIB, ketika siswa dan guru sedang mengikuti upacara pembukaan MPLS.

Ancaman bermula dari pesan pribadi melalui aplikasi WhatsApp yang diterima oleh guru kelas 1 serta staf Tata Usaha (TU).

Baca Juga: Fakta Mengerikan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi

Dalam pesan tersebut, pelaku mengancam akan meledakkan bom di 11 titik sekolah dan meminta pihak sekolah untuk tidak melaporkan kejadian itu kepada kepolisian.

Meski demikian, pihak sekolah tetap melaporkan ancaman tersebut kepada polisi. Setelah menerima laporan, aparat segera melakukan penyisiran di area sekolah untuk memastikan kondisi tetap aman.

Jika ingin Ubah teks menjadi gaya penulisan media online yang lebih ringkas dan SEO-friendly, saya juga bisa mengubahnya.

(Sumber: Antara)

x|close