Trump Klaim Mojtaba Khamenei "90 Persen Telah Tiada", Sebut Kekuatan Militer Iran Lumpuh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jul 2026, 14:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah berada dalam kondisi yang disebutnya "90 persen telah tiada (gone)". Trump juga menyatakan para petinggi militer Iran telah tewas dalam konflik bersenjata yang berlangsung.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan kemampuan militer Iran saat ini telah mengalami kemunduran drastis.

"Mereka (Iran-red) tidak memiliki Angkatan Laut. Mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Semuanya sudah lenyap. Pertahanan anti-pesawat mereka sudah musnah. Para pemimpin mereka semuanya telah tewas," ujar Trump.

Dalam kesempatan itu, Trump sempat keliru menyebut nama mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dengan menyebut "Khomeini", yang merujuk kepada Ruhollah Khomeini, tokoh Revolusi Iran yang wafat pada 1989.

Trump kemudian kembali mengklaim bahwa seluruh pimpinan utama Iran telah tersingkir.

"Para pemimpin terbaik mereka telah tewas. Mereka sudah habis. Khomeini sudah tiada," kata Trump, yang diduga bermaksud merujuk kepada Ali Khamenei yang dilaporkan tewas dalam gelombang serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Baca Juga: Paripurna, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Masuk Prolegnas Prioritas

Ia juga menyampaikan klaim mengenai kondisi Mojtaba Khamenei, yang kini menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran.

"Putranya, 90 persen telah tiada," klaim Presiden AS itu.

Sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada awal Maret, Mojtaba Khamenei belum pernah tampil di hadapan publik. Sejumlah laporan menyebut ia masih menjalani pemulihan akibat luka yang dideritanya setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Mojtaba juga tidak terlihat menghadiri rangkaian prosesi pemakaman ayahnya yang digelar di sejumlah kota di Iran dan Irak. Namun, setelah pemakaman Ali Khamenei di Mashhad pada 9 Juli lalu, ia merilis pernyataan yang menegaskan tekad Iran untuk membalas kematian sang ayah.

Dalam surat yang ditandatangani pada Jumat, 10 Juli 2026, Mojtaba menyebut pembalasan tersebut merupakan tuntutan rakyat Iran.

"Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," katanya.

Seorang warga memberikan penghormatan bunga mawar saat unjuk rasa untuk berkabung untuk pemimpin tertinggi Iran yang telah meninggal, Ali Khamenei, dan menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi yang sedang menjabat, Mojtaba Khamenei, di Teheran, <b>(Antara)</b> Seorang warga memberikan penghormatan bunga mawar saat unjuk rasa untuk berkabung untuk pemimpin tertinggi Iran yang telah meninggal, Ali Khamenei, dan menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi yang sedang menjabat, Mojtaba Khamenei, di Teheran, (Antara)

Ia menegaskan langkah tersebut tidak bergantung pada keberadaan dirinya maupun pejabat lain.

"Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya, maupun pejabat-pejabat lainnya. Baik kami hadir atau tidak, hal itu akan terjadi," ucap Mojtaba dalam pernyataannya.

Di akhir pesannya, Mojtaba menegaskan komitmen Iran untuk membalas kematian para pemimpin dan korban perang.

"Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela itu," tegasnya.

x|close