Polisi Tegaskan Isu Macan Turun Gunung Serang Warga di Garut Tidak Benar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jul 2026, 14:35
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi (Antara)

Ntvnews.id, Garut - Kepolisian Resor (Polres) Garut memastikan kabar yang beredar di media sosial mengenai macan turun gunung dan menyerang warga di Kabupaten Garut, Jawa Barat, merupakan informasi yang tidak benar.

Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi mengatakan, informasi yang menyebut tiga warga menjadi korban serangan macan di kawasan Gunung Papandayan dipastikan merupakan kabar bohong.

"Informasi mengenai adanya macan yang menerkam tiga warga di kawasan Gunung Papandayan adalah hoaks," kata Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi di Garut, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Susilo, polisi menerima banyak laporan terkait video dan narasi yang beredar melalui media sosial maupun pesan berantai WhatsApp. Informasi tersebut mengklaim tiga warga diserang macan di kawasan Gunung Papandayan hingga memicu keresahan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Warga Kepung Rumah Pimpinan Ponpes di Garut, Polisi Amankan Terduga Pelaku Pencabulan

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan video yang tersebar bukan berasal dari Garut. Hasil penelusuran menunjukkan rekaman tersebut merupakan video lama yang berkaitan dengan insiden ledakan di wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

"Video yang beredar bukan merupakan kejadian di Garut, melainkan korban dari peristiwa ledakan di wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat," katanya.

Ia menegaskan, video tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan Kabupaten Garut maupun peristiwa serangan satwa liar sebagaimana narasi yang menyertainya.

Selain itu, Polres Garut juga telah berkoordinasi dengan pengelola kawasan wisata Gunung Papandayan. Hasilnya, tidak ditemukan adanya kejadian seperti yang ramai diberitakan sehingga masyarakat diminta tidak perlu merasa khawatir.

Baca JugaMDKA Temukan Sumber Daya 2 Juta Ons Emas di Proyek Gua Macan

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," katanya.

Susilo menjelaskan, peristiwa yang sebenarnya dalam video tersebut adalah insiden saat warga menemukan proyektil mortir yang masih aktif. Tanpa mengetahui risikonya, proyektil itu dipukul hingga akhirnya meledak dan menimbulkan korban.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyebarkan video, foto, maupun tulisan yang belum jelas sumber serta kebenarannya. Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi sebaiknya tidak diteruskan karena hanya akan memperbesar kepanikan dan keresahan di masyarakat.

"Diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan informasi yang diduga merupakan hoaks, sehingga dapat dilakukan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close