Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengerahkan bantuan dari TNI dan Polri untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Utara tetap berjalan. Langkah itu diambil setelah pemberhentian massal sopir truk pengangkut BBM mengganggu proses distribusi dan memicu antrean panjang di berbagai SPBU selama tiga hari terakhir.
Bobby mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah berkoordinasi dengan Pertamina, TNI, dan Polri guna menyiapkan pengemudi pengganti sementara beserta tim pengamanan hingga proses perekrutan sopir baru rampung.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina juga dengan TNI-Polri, kami dari pemerintah juga sudah menyiapkan driver dan tim pengamanan untuk bisa mengganti sementara driver, yang hari ini belum selesai perekrutannya," kata Bobby.
Ia menjelaskan, personel TNI dan Polri telah disiagakan untuk membantu pengiriman BBM ke SPBU. Meski demikian, jumlah personel maupun pengemudi yang akan diterjunkan masih menyesuaikan kebutuhan distribusi dari Pertamina.
"Jadi kami minta, mulai malam ini dari TNI-Polri sudah ready untuk jumlah personel, jumlah driver yang disiapkan. Ini sedang berkoordinasi berapa yang yang dibutuhkan yang pasti dari TNI-Polri, pemerintah siap mengcover sementara," katanya.
Selain memastikan distribusi BBM tetap berlangsung, Bobby juga menyoroti penanganan internal Pertamina. Menurutnya, persoalan yang terjadi seharusnya lebih cepat dikomunikasikan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Baca Juga: Motor ASN di Jaksel Diderek Usai Langgar Aturan Wajib Naik Transportasi Umum
"Yang pasti jangan sampai masalah internal mengganggu kehidupan masyarakat," ujar Bobby.
Ia menilai, apabila informasi mengenai kendala distribusi disampaikan sejak awal, pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda dapat segera memberikan dukungan sehingga antrean panjang di SPBU bisa diantisipasi.
"Jadi saya minta tadi hal seperti ini, tolong diinformasikan sudah, tahu dampaknya diinformasikan kalau perlu back up dari kami sampaikan, jangan udah kejadian baru di sibuk-sibukin," ujarnya.
Bobby tidak menjelaskan penyebab pemberhentian massal sopir truk pengangkut BBM tersebut. Ia hanya menyebut persoalan itu merupakan urusan internal Pertamina.
Sebelumnya, Pertamina sempat menjelaskan bahwa antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Medan dipengaruhi meningkatnya kebutuhan BBM selama masa libur sekolah.
"Optimalisasi distribusi merupakan bagian dari upaya percepatan penyaluran menyusul tingginya kebutuhan BBM masyarakat yang terjadi selama periode libur sekolah dalam beberapa waktu terakhir," ujar Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, Senin (13/7/2026).
Pertamina juga menyatakan telah melakukan penyesuaian pola distribusi dengan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
"Pertamina terus melakukan penyesuaian pola penyaluran dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan agar layanan kepada masyarakat tetap terjaga," tambahnya.
Pertamina targetkan hingga akhir tahun 2024 sebanyak 573 titik lembaga penyalur BBM Satu Harga beroperasi di Indonesia.